"Ini suatu kebanggaan tersendiri karena desain eksterior didesain oleh anak bangsa, dari Sabang sampai Merauke," kata Marketing Communication Manager PT Toyota-Astra Motor (TAM) Achmad Rizal di sela-sela peluncuran New Toyota Rush di La Piazza, Kelapa Gading, Jakarta, Kamis (8/10/2009).
Menurutnya anak bangsa lebih mengetahui keinginan konsumen tanah air sehingga
karakter Indonesia lebih menempel pada SUV medium tersebut. "Kalau desainnya orang Indonesia kan lebih tahu keinginan pasar," ucapnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara mengenai kapasitas mesin yang tetap, Toyota menilai perubahan mesin bukan menjadi prioritas. Peremajaan eksteriorlah yang saat ini menjadi prioritas.
"Setiap perubahan ada yang diprioritaskan dan perubahan mesin bukan menjadi prioritas utama kita," kata Direktur Marketing PT TAM Joko Trisanyoto.
Menurutnya, prioritas pertama adalah mengubah tampilan luar pada New Toyota Rush sehingga tampak lebih sporty dan lebih tangguh. Konsumen pun diyakini Joko lebih mendapatkan kenikmatan berkendara dengan menggunakan SUV Toyota Rush akibat perubahan ke arah yang lebih tangguh.
"Tampilan luar kita ubah menjadi lebih sporty dan lebih tough agar konsumen lebih menikmati gagahnya SUV medium Toyota Rush," ucap Joko.
Joko juga menambahkan perubahan kapasitas mesin yang lebih besar saat ini bukan menjadi kebutuhan. PT TAM pun masih mempertahankan mesin 1.500 cc 16V, DOHC VVT-i yang dinilai masih mumpuni untuk digunakan.
"Kita masih mempercayai kapasitas mesin lama karena masih cukup baik untuk seukuran SUV medium tersebut," ucapnya.
Di sisi harga TAM mematok harga yang tidak terpaut jauh dari Toyota Rush sebelumnya. Yakni Rush G Manual seharga Rp 186,2 juta, S Manual seharga Rp
195,3 juta, dan S Matic seharga Rp 209,3 juta. Semua harga sudah on the road
Jakarta.
(ikh/ddn)












































Komentar Terbanyak
Diduga Mirip Produk China Rp 8 Juta, Kok Bisa Motor MBG Tembus Rp 40 Juta?
Naik Gila-gilaan! Intip Perbandingan Harga BBM RON 98 di RI Vs Negara ASEAN
Awas Kaget! Segini Pajak BYD Atto 1 Bila Tak Lagi Dapat Insentif