Terlebih bila tarif Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) yang kini sudah
mencapai angka 75 persen dari harga produk dinaikkan menjadi 200 persen dari
harga produk.
"Wah, kalau benar naik, kita mesti pertimbangkan lagi dong," ungkap Direktur PT Sentra Kreasi Niaga (SKN) Nugroho Tjandrakusuma di Jakarta, Rabu (16/9/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau benar jadi dilaksanakan, harga RSV4 bisa mendekati Rp 1 miliar dan itu sudah tidak realistis," tandasnya.
Karena itulah Nugroho akan kembali mempertimbangkan kehadiran motor sport yang sangat tersohor di arena kejuaraan World SuperBike (WSB) itu ke Indonesia.
Terlebih, produksi RSV4 untuk pasar Asia kembali tertunda hingga kemungkinan datangnya RSV4 ke Indonesia juga jadi tertunda hingga sekitar bulan Februari 2010 mendatang.
Padahal dengan mesin berkapasitas 998 cc yang digendongnya, RSV4 mampu
mengeluarkan tenaga hingga ke angka 132 kW pada 12.500 rpm dengan torsi hingga 115 Nm di putaran 10.000 rpm. Dengan kekuatan itu, tentu saja motor ini akan sangat ditunggu oleh pecinta kecepatan di Indonesia.
Selain menghambat kehadiran RSV4 di Indonesia, naiknya tarif PPnBM pun menurut Nugroho juga mengancam rencana SKN yang lain yakni mendatangkan Aprilia Manna ke Indonesia.
"Sebelumnya kami sempat berpikir, setelah RSV4 akan memasukkan Manna, tapi kalau sudah begini, rencana itu kayaknya harus dipikirkan lagi," ujarnya.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Awas Kaget! Segini Pajak BYD Atto 1 Bila Tak Lagi Dapat Insentif
Naik Gila-gilaan! Intip Perbandingan Harga BBM RON 98 di RI Vs Negara ASEAN
Diduga Mirip Produk China Rp 8 Juta, Kok Bisa Motor MBG Tembus Rp 40 Juta?