Bahkan di bulan ketujuh 2009 itu, jumlah produksi CR-V dan Jazz tidaklah sampai 1.000 unit. Hal itulah yang membuat keduanya jatuh dari singgasana mobil terlaris di kelas mereka yang selama ini mereka pegang.
PT Honda Prospect Motor (HPM) berdalih pihaknya sengaja mengurangi produksi dua produk andalannya tersebut untuk dapat menggenjot produksi MPV Freed agar dapat memenuhi permintaan pasar yang sangat tinggi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Permintaan pasar yang tinggi pada Freed memaksa kami menggenjot produksinya, jadinya produksi CR-V dan Jazz bulan lalu jadi dikurangi dulu," ungkap Jonfis.
Jonfis menjelaskan bahwa keputusan itu adalah hal yang memang harus dilakukan dan diambil oleh Honda, karena bila tidak dilakukan, produksi Freed yang minim akan membuat inden varian ini jadi semakin lama.
"Saat ini saja indennya sudah 5.000 unit. Kalau ini tidak digenjot, konsumen akan menunggu terlalu lama dan itu tentu akan membuat mereka kecewa," pungkasnya.
Karena itulah, bila sebelumnya Honda mengurangi jumlah shift kerja akibat dampak krisis finansial, kini Honda kembali bangkit dan menjadikan shift bagian produksi normal kembali.
"Kami sudah membuat shift kerja di bagian produksi jadi 2 shift untuk mengejar permintaan konsumen ini," pungkasnya.
Namun Jonfis juga mengatakan bahwa saat ini jumlah produksi Freed yang sudah memungkinkan dan menjadikan pihak HPM dapat kembali fokus memproduksi CR-V dan Jazz seperti sedia kala.
"Mulai Agustus ini CR-V dan Jazz sudah normal kembali dan bulan ini produksi keduanya akan seperti semula yaitu lebih dari 1.000 unit per bulan," papar Jonfis.
(syu/ddn)










































