Melainkan China juga ingin mengambil kesempatan mengambil keuntungan dalam kancah otomotif tanah air.
"Peluang bisnis di Indonesia sangat besar untuk itu kita ingin sekali memasarkan produk kami di Indonesia," kata Marketing Manager Motor Kenoz, Makky Liu kepada detikOto, di acara Indoautomotive di JIExpo, Kemayoran, Rabu (12/8/09).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya tahu pasar roda dua Indonesia dari tahun ke tahun berkembang terus, karena itulah kita tertarik mencoba berbisnis di Indonesia," tutur Liu.
Dirinya pun berharap ada distributor yang berkenan dan menjadi partner untuk mengembangkan merek roda dua beremblem Kenoz asal Cina.
"Ini pertama kali saya hadir di Indonesia dan saya harap ada yang ingin berkerjasama dengan kita," harapnya.
Tidak saja Liu, ada juga pabrikan roda dua dengan merek Sunlin. Bedanya roda dua tersebut bertenaga listrik.
Pabrikan China ini juga baru pertama kali hadir mengikuti acara Indoautomotive dengan harapan ada distributor bertujuan untuk mengembangkan jaringan pemasaran produknya di tanah air.
"Di China kita lumayan sukses, dan sekarang kita mau mencoba di Idonesia," kata Regional Manager (Asia & Oceania) Shelly Huang.
Pabrikan ini mampu memproduksi 1.000 unit roda dua elektrik, dengan berbagai macam model salah satunya sepeda bertenaga listrik namun bisa dikayuh pedalnya jika baterai listiknya habis.
Shelly mengaku, di China motor yang dipasarkannya bisa menempuh jarak hingga 60 km dan waktu pengisian batrei sekitar 8 jam. Dan untuk harga per unitnya, motor listrik ini dibandrol mulai dari Rp 2,5 juta hingga Rp 3,5 juta dengan OTR di China.
(ikh/ddn)












































Komentar Terbanyak
2 Pabrik Otomotif Jepang di RI Cabut ke Vietnam, Ribuan Pegawai Kena PHK
2 Pabrik Otomotif Jepang di RI Mau Cabut ke Vietnam, Ini Alasannya
Indonesia Ditinggal Kabur Pabrik Otomotif, Pemerintah Harus Ambil Sikap!