Namun walau begitu, Tata juga harus jeli terhadap karakter pasar Indonesia, karena bila tidak jeli, bukan tidak mungkin Tata malah salah melangkah mengingat karakter pasar Indonesia yang dinilai unik dan berbeda dari negara lain.
Hal tersebut diungkapkan oleh pengamat industri otomotif nasional Achadiat A Suhadi ketika berbincang dengan detikOto, Senin (10/8/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebab menurut pengamat yang biasa disapa Dodo ini, pembangunan pabrik itu selain menyedot nilai investasi yang tidak sedikit, diperlukan sejumlah analisis panjang.
"Salah satunya adalah model apa yang cocok untuk dibangun di negara kita, itu yang menjadi pemikiran pertama," pungkasnya.
Dan itu walaupun terdengar sebagai hal yang mudah, namun menurut Dodo merupakan sesuatu yang sulit. "Lihat saja Daihatsu yang baru bisa membangun pabrik setelah 29 tahun ada di Indonesia," tandasnya.
Tapi walau begitu, Dodo pun ternyata juga sangat mendukung bila memang Tata berniat kuat untuk sesegera mungkin membangun pabrik disini, karena karakter Tata yang sangat menghormati penggunaan komponen lokal dapat dijadikan faktor pendukung.
"Dan kalau sudah begitu, selamat datang buat Tata," cetus Dodo.
(syu/ddn)











































Komentar Terbanyak
Segini Hematnya Pakai Motor Listrik, Bisa Nabung Belasan Juta Rupiah!
Ramai Aksi Warga Perbaiki Sendiri Jalanan, Padahal Sudah Bayar Pajak Kendaraan
Viral Sopir Alphard Tak Terima Ditegur Satpam usai Terobos Lampu Merah