Di sini, tidak munculnya sebuah merek mobil nasional sepeninggalan mobil Timor terjadi akibat pola pikir industrialis otomotif kita yang tidak mau ambil pusing terhadap hal itu dan lebih memikirkan cara mendapat profit yang mudah.
Hal tersebut diungkapkan oleh pengamat industri otomotif nasional Achadiat A Suhadi di arena IIMS, Kemayoran, Jakarta, Rabu (29/7/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal itu menurut pria yang biasa disapa Dodo dapat dilihat dari tidak adanya semangat untuk memikirkan sebuah moerek mobil nasional dan hanya memikirkan cara mendapat untung banyak melalui merek luar yang memang sudah ada.
Padahal bila tetap berpikiran seperti itu, sebenarnya Indonesia hanyalah dijadikan obyek jualan produk negara lain dan tidak memiliki celah untuk membuat perkembangan keuntungan yang lebih besar lagi.
"Karena itulah kita tidak bisa mengharapkan sosok yang ada sekarang dan membutuhkan sosok industrialis baru seperti Ratan Tata yang berpikiran sangat visioner," pungkasnya.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Wacana KDM Hapus Pajak Kendaraan-Diganti Jalan Berbayar: Biar Adil
Jawaban Pindad soal Prabowo Minta Desain Mobil Khusus Presiden Sapa Rakyat
Kapan Potongan Ojol 8% Mulai Berlaku?