Karena pemerintah Thailand sudah mengeluarkan aturan pemotongan tarif impor hingga 90 persen untuk spare part dan material mobil ramah lingkungan yang diproduksi di negara itu.
Dewan Investasi Thailand (BOI) seperti dilansir Reuters, Rabu (22/7/2009), mengatakan bahwa kebijakan ini bertujuan untuk memancing investasi global pada sektor ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal ini pun menurut Chanchai diharapkan dapat memperluas peluang investasi di sektor otomotif, yang akan bermanfaat bagi industri komponen otomotif di Thailand untuk jangka panjang.
Langkah ini pun segera saja mendapat respon yang positif dari para pelaku industri otomotif disana.
Karena tidak hanya pabrikan Jepang seperti Toyota, Mitsubishi, Nissan, Honda dan Suzuki yang menyambut baik kabar tersebut, namun juga pabrikan mobil asal India yakni Tata Motor.
Bahkan Tata sudah memberikan sinyal untuk mengucurkan investasi hingga 10 milyar Bath atau $ USD 295 juta untuk basis mereka disana.
Boi pun telah menawarkan pembebasan pajak bagi perusahaan otomotif selama lima tahun asalkan mereka mampu memproduksi kendaraan kecil mencapai 100.000 unit pertahun dalam lima tahun pertama operasi.
Hal ini tentu saja membuat senang perusahaan otomotif. Karena pabrikan seperti Toyota, General Motors, Ford, Mazda, Isuzu dan Nissan memang telah menjadikan negara tersebut sebagai basis produksi truk mereka.
Dan seperti diketahui, Thailand adalah produsen truk kecilΒ terbesar di dunia yang hasil produksinya telah diekspor ke lebih dari 130 juta negara. Itu di Thailand, Indonesia bagaimana?
(syu/ddn)











































Komentar Terbanyak
Penjelasan Polisi soal Alphard yang Terobos Zebra Cross di HI Nunggak Pajak
Wujud Mobil Keciduk Isi BBM Subsidi Berulang dalam Sehari, Pakai QR Code Beda-beda
Pernyataan BYD Soal Seal Terbakar di Cikampek