Beberapa ruas jalan di Indonesia, seperti Jakarta Outer Ring Road, Jalan Tol Padaleunyi, dan beberapa ruas jalan di Tangerang sudah menggunakan jalan beton.
Namun, secara konstruksi, bahan beton dianggap terlalu keras dan tidak rata, sehingga pengguna jalan tol mengeluhkan suspensi mobilnya jadi cepat rusak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penasaran dengan informasi tersebut kami menghubungi Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Nurdin Manurung, ia pun angkat bicara.
Menurut Nurdin, sebenarnya bukan baru-baru ini saja konstruksi beton diaplikasi pada jalan tol, sejak tahun 1985/1986, Pondok Pinang-Pejompongan sudah mulai menggunakan beton.
"Jadi, sebenarnya kalau dikerjakan dengan benar, permasalahan seperti itu tidak akan terjadi," ujarnya ketika ditemui detikOto di kantornya, Jalan Pattimura, Jakarta, Rabu, (8/4/2009)
Nurdin menambahkan, baik aspal maupun beton, sebelum diaplikasikan bagi jalan tol sebelumnya pasti sudah dilakukan pengujian spesifikasi teknisnya, tinggal kedepannya bagaimana melakukan perawatan.
"Kecuali untuk jalan yang rusak sampai bisa merusak kendaraan. Karenanya pengendara juga harus selalu waspada dan hati-hati, karena logikanya, yang rusak itu kan tidak akan dibiarkan," ujar Nurdin.
Bagaimana menurut Anda?
(bgj/ddn)












































Komentar Terbanyak
Awas Kaget! Segini Pajak BYD Atto 1 Bila Tak Lagi Dapat Insentif
Naik Gila-gilaan! Intip Perbandingan Harga BBM RON 98 di RI Vs Negara ASEAN
Nasib! Harga BBM Naik, Mobil Listrik Malah Nggak Gratis Pajak Lagi