General Motors Tak Lagi Juara Setelah 77 Tahun

General Motors Tak Lagi Juara Setelah 77 Tahun

- detikOto
Kamis, 22 Jan 2009 09:49 WIB
General Motors Tak Lagi Juara Setelah 77 Tahun
Detroit - General Motors (GM) akhirnya kehilangan mahkota raja penjualan otomotif setelah 77 tahun. GM menyerahkan mahkota penjualan ke Toyota Motor Corp setelah pada tahun 2008 mengalami penurunan penjualan hingga 11%.

Dengan penurunan tersebut, maka berarti GM hanya menjual 8,35 juta kendaraan pada tahun 2008. Sementara Toyota berhasil mencatat penjualan kendaraan hingga 8,97 juta unit pada tahun 2008, atau hanya turun 4% dibandingkan tahun sebelumnya.

Pada tahun 2007, GM berhasil menjual 9,369 juta unit, sementara Toyota menjual 9,366 juta unit.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dihadapkan pada anjloknya penjualan, GM kini harus melakukan restrukturisasi total dengan bantuan dana talangan pemerintah AS senilai US$ 13,4 miliar. Sang produsen otomotif terbesar AS itu kini masih harus berhadapan dengan ketatnya likuiditas dan turunnya daya beli akibat melemahnya perekonomian AS.

Saham GM juga terus turun. Setelah mengumumkan angka penjualannya, saham GM turun hingga 25 sen atau 7,4% menjadi hanya US$ 3,24.

Ditanya mengenai posisi GM yang tak lagi menjadi nomor 1, analis penjualan GM, Mike DiGuovanni mengatakan bahwa perusahaan otomotif kini sedang fokus mendapatkan laba dan berjuang di tengah kondisi krisis terburuk.

"Saya tidak berpikir menjadi nomor 1 dalam hal penjualan global berarti banyak pada rata-rata konsumen. Saya kira ini adalah patokan internal bagi industri kami, tapi benar-benar tak ada pengaruhnya ke konsumen," ujarnya seperti dikutip dari Reuters, Kamis (22/1/2009).

Ia juga menambahkan, meski secara global kalah, namun GM berhasil mengalahkan Toyota di 17 pasar negara berkembang dari total 26 negara. Angka itu termasuk di Brasil, Rusia, India dan China. Sepanjang 2008, GM menjual 64% kendaraannya di luar AS, atau melonjak hingga 59%.

Penjualan GM di AS sendiri malah turun hingga 20% di 2008. Untuk penjualan di Brasil justru naik 10%, Rusia naik 30%, India naik 9 dan China naik 6%.

Di tengah kondisi penjualan yang terus turun, DiGiovanni yakin bahwa dengan bantuan paket stimulus dari berbagai negara, daya beli konsumen semakin menguat sehingga permintaan kendaraan semakin membaik pada semester II-2009.

"Kami merasa kami telah melewati satu badai terburuk dan kami tetap optimistis bisa bergerak dengan stabil dan tumbuh lagi pada tahun 2009," ujarnya penuh keyakinan (qom/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads