Hal tersebut disampaikan Presiden Direktur PT Toyota Astra Motor Johnny Darmawan di sela-sela peluncuran Toyota Hilux double cabin di Senayan, Jakarta, Rabu (21/1/2009).
Menurut Johny, lesunya permintaan di awal tahun ini lebih banyak disebabkan karena rasa terkejut masyarakat pada tingkat kenaikan harga kendaraan yang terjadi di semua ATPM.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Krisis finansial memang sedang melanda industri global saat ini. Namun PT Toyota Astra Motor (TAM) mengklaim tidak akan terlalu berpengaruh dan tetap tampil dengan percaya diri. "Walaupun krisis, saya yakin Toyota akan tetap diminati," tukasnya.
Senada dengan Johnny, lembaga konsultasi Frost and Sullivan memperkirakan pasar mobil tahun ini masih berada dalam genggaman Toyota.
"Dampak krisis global juga akan dirasakan oleh produsen mobil raksasa seperti Toyota, namun tidak terlalu signifikan yang disebabkan krisis global," ujar Direktur Otomotif & Transportasi Asia Pasifik Frost & Sullivan, Vivek Vaidya di acara Outlook Otomotif Indonesia 2009 di Hotel Midplaza Intercontinental, Jalan Sudirman, Jakarta, Selasa (20/01/2009).
Menurut Vivek, pada tahun 2008 Toyota tetap bertahan sebagai nomor satu dengan menguasai pasar sekitar 35 persen, dan ini diprediksi akan berlanjut sampai tahun 2009.
Sementara produsen Daihatsu, Nissan dan Mitsubishi juga diperkirakan mengalami peningkatan pangsa pasar dengan kompensasi penurunan dari beberapa ATPM seperti Suzuki, dan Honda. Daihatsu berhasil mengalahkan Suzuki dan memduduki posisi no. 3 dalam pangsa pasar tahun 2008. (syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Begini Efek Negatif Impor Mobil Pick Up 105 Ribu Unit Senilai Rp 24 T dari India
105.000 Mobil Pickup Diimpor dari India, Buat Dipakai Koperasi Merah Putih
Pick Up 4x4 India Jadi Kendaraan Operasional: Biaya Perawatan Mahal-Suku Cadang Terbatas