Masyarakat Kaget Harga Mobil Naik

Masyarakat Kaget Harga Mobil Naik

- detikOto
Rabu, 21 Jan 2009 18:33 WIB
Masyarakat Kaget Harga Mobil Naik
Jakarta - Permintaan mobil di awal tahun ini tepatnya di bulan Januari masih terkena dampak krisis global. Pelaku industri mobil memperkirakan bulan Februari 2009, pasar mobil kembali bergairah.

Hal tersebut disampaikan Presiden Direktur PT Toyota Astra Motor Johnny Darmawan di sela-sela peluncuran Toyota Hilux double cabin di Senayan, Jakarta, Rabu (21/1/2009).

Menurut Johny, lesunya permintaan di awal tahun ini lebih banyak disebabkan karena rasa terkejut masyarakat pada tingkat kenaikan harga kendaraan yang terjadi di semua ATPM.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Masyarakat hanya shock pada kenaikan harga kendaraan saat ini. Saya berharap setelah bulan Februari, pasar akan kembali bergairah," ujarnya.

Krisis finansial memang sedang melanda industri global saat ini. Namun PT Toyota Astra Motor (TAM) mengklaim tidak akan terlalu berpengaruh dan tetap tampil dengan percaya diri. "Walaupun krisis, saya yakin Toyota akan tetap diminati," tukasnya.

Senada dengan Johnny, lembaga konsultasi Frost and Sullivan memperkirakan pasar mobil tahun ini masih berada dalam genggaman Toyota.

"Dampak krisis global juga akan dirasakan oleh produsen mobil raksasa seperti Toyota, namun tidak terlalu signifikan yang disebabkan krisis global," ujar Direktur Otomotif & Transportasi Asia Pasifik Frost & Sullivan, Vivek Vaidya di acara Outlook Otomotif Indonesia 2009 di Hotel Midplaza Intercontinental, Jalan Sudirman, Jakarta, Selasa (20/01/2009).

Menurut Vivek, pada tahun 2008 Toyota tetap bertahan sebagai nomor satu dengan menguasai pasar sekitar 35 persen, dan ini diprediksi akan berlanjut sampai tahun 2009.

Sementara produsen Daihatsu, Nissan dan Mitsubishi juga diperkirakan mengalami peningkatan pangsa pasar dengan kompensasi penurunan dari beberapa ATPM seperti Suzuki, dan Honda. Daihatsu berhasil mengalahkan Suzuki dan memduduki posisi no. 3 dalam pangsa pasar tahun 2008. (syu/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads