Penyebabnya, untuk kelas citycar sendiri, PT Indomobil Niaga International sampai saat ini masih cukup gencar melakukan penetrasi pasar guna memperkuat posisi Karimun Estilo di mata pecinta otomotif tanah air. Sehingga dari segi bisnis, sangatlah riskan memasukkan sebuah produk yang kelasnya sama dengan produk lain.
“Kami memang menginginkan Karimun Estilo dan Alto dapat bersanding merajai pasar citycar dalam negeri, tapi takutnya bukannya saling mendukung, keduanya nanti malah akan saling 'membunuh',” kata Aris Indra selaku Costumer Care PT Indomobil Niaga International ketika dihubungi lewat telepon oleh detikoto (7/10/08).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Memang, Indra pun mengakui bahwa dahulu pernah ada pembicaraan di Manajemen Indomobil Niaga International mengenai rencana masuknya Suzuki Alto ke Indonesia, namun, hal tersebut ternyata tidaklah berlanjut. Hal tersebut terjadi karena konsentrasi Suzuki di Indonesia masih berkutat pada Karimun Estilo tadi.
“Lagi pula ongkos yang mesti dikeluarkan untuk mendatangkan Suzuki Alto langsung dari India pun tergolong mahal, sehingga pastinya akan membebani pelanggan dengan harga yang tidak murah” jelas Indra.
(/tbs)











































Komentar Terbanyak
Pupus Lagi Harapan Perpanjang SIM Mati, MK Putus Gugatan Tak Dapat Diterima
As Roda Chery Omoda 5 Copot, sampai Misah dari Bodi Mobil
Nekat Buntuti Konvoi Pejabat, Pengendara Kena Denda Rp 17 Juta