5 Tips Mencegah Kendaraan Mogok di Jalan

Luthfi Anshori - detikOto
Rabu, 26 Jan 2022 11:07 WIB
Ilustrasi mobil ditowing
Foto: Dok. Atlas Indonesia. Ilustrasi mobil ditowing.
Jakarta -

Sebelum melakukan perjalanan menggunakan kendaraan pribadi, ada baiknya melakukan pengecekan dulu terhadap beberapa komponen mesin dan juga kelistrikan. Ini demi mencegah kendaraan mogok di jalan.

"Untuk kondisi ideal, sebelum Anda melakukan perjalanan dengan kendaraan bermotor sebaiknya melakukan beberapa pengecekan. Pemeriksaan ini bisa dilakukan secara menyeluruh, mulai bagian luar, ruang mesin, dan diakhiri pada bagian kabin," kata Ian Sricahyono selaku Head of Public Relation Atlas, dalam keterangan resminya, Rabu (26/1/2022).

Tujuan utama dari pengecekan pra perjalanan tentunya demi keselamatan pengemudi dan penumpang serta barang yang diangkut. Hal ini tentunya akan mengurangi risiko terjadinya kecelakaan maupun mogok ketika di perjalanan.

Tak sebatas melakukan persiapan sebelum memulai perjalanan. Agar kondisi mobil tetap prima, sebaiknya sekaligus melakukan servis rutin berkala pada bengkel resmi atau bengkel kesayangan Anda yang memiliki reputasi baik.

Berikut beberapa tips untuk terhindar dari situasi darurat seperti penyebab mesin kendaraan mati atau mogok di jalan:

1. Cek Bahan Bakar

Sebelum melakukan perjalanan, ada baiknya mengecek bahan bakar kendaraan. Jangan sampai kehabisan bahan bakar di tengah perjalanan. Intinya Anda jangan sampai luput untuk mengecek indikator bahan bakar.

2. Cek Kondisi Aki

Pastikan kondisi aki dalam keadaan baik. Alasannya, karena aki menjadi energi untuk mengaktifkan mesin kendaraan. Problem dari aki biasanya pada kabel yang renggang atau lepas dari terminal aki. Selain itu, aki yang masa pakainya sudah lewat dapat memicu kinerja mesin jadi kurang optimal.

3. Cek Sekring

Setelah menepi dan memberi tanda darurat, mulailah dengan mengecek sekring mobil. Periksa apakah ada sekring yang terputus atau tidak. Cukup mudah untuk mengetahui sekring putus. Lihat pada bagian plastik beningnya, jika kawat di dalamnya masih menyambung, berarti sekring tidak perlu diganti. Namun jika kawat sekring sudah terputus, maka ganti dengan jenis sekring yang memiliki kapasitas sama.

4. Cek Karburator

Jika kendaraan Anda masih menggunakan karburator, bisa jadi masalah timbul dari komponen ini. Apabila karburator bermasalah mengakibatkan kesulitan untuk menghidupkan mesin kendaraan. Saluran bahan bakar yang tidak berfungsi sempurna akan menghambat proses pembakaran tidak akan akan sempurna dan mesin menjadi sulit dihidupkan.

5. Cek Air Radiator untuk Mencegah Overheat

Inilah penyebab kendaraan tiba-tiba mati atau mogok. Mesin yang terlalu panas atau overheat bisa menjadi penyebab mobil mogok. Umumnya diakibatkan karena air radiator yang kurang atau bahkan habis karena bocor atau lupa diisi. Air radiator berfungsi sebagai pendingin yang berguna menjaga suhu mesin agar tidak mengalami overheat.

"Lalu jika mobil atau motor Anda tiba-tiba mati atau mogok di jalan, pilihannya bisa menggunakan layanan towing. Fitur Emergency Roadside Assistance Atlas Indonesia siap memberikan layanan pengantaran dengan jarak maksimal 30 km untuk motor 50 km untuk mobil dari lokasi kejadian," kata Ian.

"Untuk Atlas membership (motor) harga dimulai dari Rp 125.000-Rp 275.000. Sementara bagi pemilik mobil cukup merogoh kocek dengan kisaran Rp 250.000-Rp 400.000 saja. Dengan mengaktifkan membership ini, Anda berhak mendapatkan gratis layanan emergency selama satu tahun," tukasnya.

(lua/rgr)