Nggak Perlu 'Nembak', Ini Trik Lulus Ujian SIM Anti-gagal

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Jumat, 17 Sep 2021 18:06 WIB
Di tengah pandemi COVID-19, ujian praktek pembuatan SIM di Satpas Daan Mogot, tetap dilakukan. Ujian dilakukan dengan protokol kesehatan.
Trik ujian SIM tanpa nembak. Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Pegiat antikorupsi Emerson Yuntho membuat surat terbuka terkait pelayanan di Samsat dan Satpas. Emerson menyoroti masih adanya pungli dalam proses penerbitan SIM.

Dalam surat terbuka itu, Emerson bilang banyak warga yang memperoleh SIM dengan jalan pintas. Salah satunya dengan menyuap petugas penguji SIM.

"Akibat sulitnya prosedur mendapatkan SIM, survei sederhana menunjukkan bahwa 3 dari 4 warga Indonesia (75 persen)--baik sengaja atau terpaksa--memperoleh SIM dengan cara yang tidak wajar (membayar lebih dari seharusnya, menyuap petugas, tidak mengikuti prosedur secara benar)," kata Emerson dalam surat terbuka.

Jika praktik itu dilakukan, pemohon SIM harus mengeluarkan uang lebih banyak. Tanpa perlu 'nembak', sebenarnya biaya pembuatan SIM nggak mahal-mahal banget kok. Biaya pembuatan SIM baru diatur dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 60 Tahun 2016 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang Berlaku Pada Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Berikut biaya penerbitan SIM baru:

  • SIM A: Rp 120.000
  • SIM B I: Rp 120.000
  • SIM B II: Rp 120.000
  • SIM C : Rp 100.000
  • SIM C I: Rp 100.000
  • SIM C II: Rp 100.000
  • SIM D: Rp 50.000
  • SIM D I: Rp 50.000
  • SIM Internasional: Rp 250.000.

Lalu, bagaimana trik biar lulus ujian SIM tanpa 'nembak'? Praktisi keselamatan berkendara sekaligus founder dan instruktur Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu mengatakan, pemohon SIM perlu meluangkan waktu lebih banyak.

"Coba luangkan waktu, datang ke sana (SATPAS tempat ujian SIM), pelajari tes-tes tersebut. Jadi siapkan dua hari lah. Hari pertama mempelajari, hari kedua kita ikut tes," ujar Jusri kepada detikcom, Kamis (16/9/2021).

"Kedatangan pertama dia harus melakukan observasi dari tes-tes yg diuji. Termasuk kalau praktik pelajari dimensinya, kalau tes tertulis dia tanya-tanya orang yang ikut itu apa aja yang diuji, cari bocoran. Jangan ujug-ujug datang," saran Jusri.

Untuk ujian tertulis SIM bisa juga dipelajari dari berbagai sumber. Saat ini, banyak sumber di internet yang memberikan contoh soal ujian SIM tertulis.

Sementara untuk ujian praktik, Jusri menyarankan perlu dipelajari langsung di lokasi pengujian SIM. Karena, sebelum melakukan ujian, pemohon SIM perlu melakukan observasi untuk mengetahui rintangan-rintangan yang diuji.

"Pebalap aja, mau balapan itu berapa hari udah di sirkuit, observasi dulu, baru latihan. Valentino atau Hamilton pun nggak berani masuk (sirkuit) Sentul langsung ngebut. Dia datang, dia observasi semuanya," ucap Jusri.

"Makanya kalau di luar negeri, sekolah-sekolah mengemudi itu sudah menerapkan pelajaran dasar dulu, lalu ada materi-materi pra-uji. Sehingga begitu mereka datang sudah tahu soalnya semua," katanya.



Simak Video "Ujian SIM Gagal Terus? Jangan Galau, Sekarang Ada 'Bimbel'-nya"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)