Diwajibkan Gubernur Anies, Ini 6 Manfaat Uji Emisi Kendaraan Bermotor

Luthfi Anshori - detikOto
Jumat, 22 Jan 2021 15:57 WIB
Uji emisi gratis digelar di Jl Puri Indah Raya, Jakarta Barat, Rabu (13/1/2021). Puluhan kendaraan mengantre untuk ikut uji emisi.
Manfaat uji emisi kendaraan bermotor. Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mewajibkan kendaraan bermotor untuk melakukan uji emisi. Aturan wajib uji emisi ini berlaku tanggal 24 Januari nanti. Bagi kendaraan bermotor yang gas buangnya melebihi batas standar, pemiliknya bisa terkena denda atau sanksi uang. Pertanyaannya, seberapa penting uji emisi kendaraan bermotor?

Sebelum membahas hal itu, kita perlu mengetahui apa saja zat berbahaya yang dihasilkan emisi kendaraan bermotor. Seperti dikutip dari situs Wuling, emisi atau gas buang kendaraan adalah sisa pembakaran di ruang mesin, yang akan keluar melalui exhaust system atau knalpot.

Gas buang sisa pembakaran ini sangat berbahaya karena mengandung cukup banyak zat beracun. Antara lain:

1. CO (Karbon Monoksida), gas ini tidak memiliki warna dan bau. Akan tetapi gas ini sangat beracun kalau sampai terhirup manusia. Akibat paling fatal akan mengakibatkan pingsan hingga meninggal.

2. CO2 (Karbon Dioksida), gas ini memiliki dampak yang sangat berbahaya karena sangat berpengaruh terhadap pemanasan global.

3. NOX (Nitrogen Oksida), gas ini dapat mengakibatkan gangguan saluran pernafasan dan sangat perih di mata.

4. HC (Hydrocarbon), gas ini berasal dari pembakaran yang tidak sempurna di dalam mesin mobil, jadi di dalam gas ini masih terdapat sisa-sisa uap bensin yang tidak terbakar dan keluar lewat knalpot.

Nah, dengan melakukan uji emisi, maka Anda akan dapat mengetahui seberapa besar kadar zat berbahaya dari gas buang kendaraan Anda. Dengan begitu kesehatan dan lingkungan dapat lebih terjaga. Dengan melakukan uji emisi ini juga pemilik mobil dapat menyetel campuran bahan bakar dan udara agar lebih baik lagi.

Setidaknya ada 6 manfaat penting dari uji emisi kendaraan bermotor, yakni:

1. Dapat mengetahui dengan pasti seberapa efektif proses pembakaran melalui analisis kandungan CO2 dan HC.

2. Dapat menyetel campuran bahan bakar dan udara dengan baik.

3. Mengetahui dengan pasti kondisi mesin mobil kendaraan.

4. Memastikan efektivitas bahan bakar, sekaligus memaksimalkan tenaga mesin.

5. Lingkungan menjadi jauh lebih baik dengan udara yang lebih bersih.

6. Dapat mengetahui kerusakan pada mesin mobil lebih dini.

Sebagai informasi, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menetapkan Pergub No. 66 tahun 2020 tentang Uji Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor. Aturan ini akan berlaku pada 24 Januari 2021 mendatang.

Dalam pengawasannya, peraturan tersebut juga akan terkait dengan perundangan-undangan mengenai lalu lintas dan angkutan jalan, sehingga pelanggar akan diancam denda maksimal Rp 500.000 untuk mobil dan Rp 250.000 untuk sepeda motor. Selain itu, sertifikat lolos uji emisi juga menjadi syarat untuk melakukan perpanjangan masa berlaku pajak kendaraan bermotor.



Simak Video "Banjir DKI, Anies Baswedan: 17 RW Masih Terendam"
[Gambas:Video 20detik]
(lua/lth)