Tolong Korban Kecelakaan, Pastikan Masih Hidup atau Sudah Meninggal

M Luthfi Andika - detikOto
Selasa, 10 Nov 2020 07:35 WIB
Man holding hand of girl lying on road, unconscious victim of car accident, 911
Menolong korban kecelakaan dengan aman. Foto: iStock
Jakarta -

Bagi kita sebagai pengendara, menolong korban kecelakaan boleh sekali dilakukan. Meski demikian detikOto ingatkan jangan asal menolong ya, karena salah menolong bisa menyebabkan hal yang fatal.

Dalam makalah 'Jadilah Penolong Kecelakaan di Jalan, 'Semua orang bisa jadi Penolong' yang dikeluarkan World Health Organization (WHO), Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, dan Germas, dijelaskan kita sebagai pengendara yang ingin menolong korban kecelakaan harus memastikan terlebih dahulu korban hidup atau sudah meninggal.

Dijelaskan, ada cara mendeteksi secara cepat apakah korban tersebut masih hidup atau sudah meninggal sebagai berikut:

1. Pastikan korban dalam kondisi sadar atau tidak.

2. Rasakan hembusan napas korban, rasakan hembusan napas korban dengan cara "dekatkan tangan ke hidung korban" dan atau "lihat pergerakan naik turunnya dada korban" untuk memastikan korban bernapas dan lihat pergerakan dadanya.

3. Periksa bantalan kuku korban dan menekannya, bila sudah dari awal pucat dan dingin, atau awalnya kemerahan dan diberi tekanan selama 2 detik, kemudian menjadi pucat dan tidak kembali kemerahan maka korban sudah meninggal.

Setelah mengetahui korban kecelakaan masih hidup lakukan beberapa langkah untuk memastikan apakah korban dalam keadaan sadar atau tidak. Dengan melakukan beberapa langkah, di antaranya dengan menanyakan apakah korban sadar atau merespon dan dapat berkomunikasi aktif. Langkah kedua lakukan pengujian tahap kesadaran dengan respon suara dengan mempertanyakan namanya.

Tahap ketiga, lakukan respon nyeri atau mempertanyakan di bagian mana yang terasa sakit. Respon nyeri ini bisa dilakukan dengan menyentuh korban secara perlahan, respon akan di dapat dengan erangan atau berusaha menepis tubuh yang dirasa sakit. Jika tidak mendapatkan respon nyeri atau korban tidak memberikan respon, maka coba cari lokasi tubuh yang bisa memberikan respon.

Langkah selanjutnya yang tidak kalah penting ialah bila korban sadar dan mengeluh sesak napas, maka lepaskan semua yang mengikat pada tubuh korban seperti helm, jaket, buka kemeja korban, buka pengait celana korban tanpa membuka resletingnya, longgarkan ikat pinggang.

Hal lain yang tidak kalah penting jika korban kecelakaan mengalami sesak nafas ialah jangan memberi minum pada korban ketika sesak nafas dan jangan lupa memanggil bantuan medis.

Nah jangan sembarangan menolong korban kecelakaan ya detikers, namun tentunya akan lebih baik jika berkendara dengan baik dan benar dan terus mengikuti aturan lalu lintas agar bisa selamat sampai tujuan.



Simak Video "8 Orang Sekeluarga di Subang Jadi Korban Kecelakaan Maut di Sumedang"
[Gambas:Video 20detik]
(lth/rgr)