Sabtu, 07 Nov 2020 11:42 WIB

Lihat Kecelakaan di Jalan, Ini Pertolongan Pertama yang Bisa Diberikan ke Korban

M Luthfi Andika - detikOto
Ambulans untuk pasien COVID-19 ringsek usai tabrakan dengan truk di Jalan Trans Sulawesi di daerah Mamuju, Sulbar (Abdy Febriady/detikcom) Ilustrasi Foto: Ambulans untuk pasien COVID-19 ringsek usai tabrakan dengan truk di Jalan Trans Sulawesi di daerah Mamuju, Sulbar (Abdy Febriady/detikcom)
Jakarta -

Langkah yang tepat dalam melakukan pertolongan pertama pada saat terjadi kecelakaan sangat krusial, karena salah melakukan pertolongan pertama bakal membahayakan dan menyebabkan kematian korban. Hal pertama apa yang sebaiknya kita lakukan jika menyaksikan kecelakaan atau melihat korban kecelakaan?

"Jadi yang paling penting bagi kita (saat melihat kecelakaan), pertolongan pertama ialah pastikan korban pingsan atau tidak atau pastikan belum meninggal dunia. Kalau tidak pingsan keluarkan dari mobil atau lepaskan helmnya tentu dalam keadaan sadar dengan sepengetahuan korban dan ini harus ada komunikasi," kata Instruktur Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu.

Selanjutnya Jusri juga mengatakan beberapa hal yang harus dilakukan, diantaranya harus mengamankan lokasi kecelakaan.

"Pertama mengamankan lokasi kecelakaan, agar tidak memperparah kecelakaan tersebut. Kedua mencari bantuan kepada orang yang tepat atau menghubungi ambulans dan diajak bicara jangan sampai pingsan, jangan kita pindah-pindahan korban semau kita. Ketiga pastikan menjaga kesadaran korban tersebut," ujar Jusri.

Jusri memberikan contoh konkrit lain, salah satunya jika bertemu dengan situasi kendaraan terbakar jangan gegabah langsung menolong pengendara yang terjadi kecelakaan.

Sebuah minibus menabrak pohon lalu terjun ke jurang di Jalan Raya Sarangan Cemoro Sewu. Satu orang tewas dalam kecelakaan tersebut.Sebuah minibus menabrak pohon lalu terjun ke jurang di Jalan Raya Sarangan Cemoro Sewu. Satu orang tewas dalam kecelakaan tersebut. Foto: Istimewa

"Misalnya situasi kebakaran, pastikan korban dikeluarkan dengan perlahan dengan diminta untuk gerakan anggota tubuh, kalau ada yang tidak bisa digerakkan berarti lokasi itu bisa jadi patah, gerakan secara perlahan dan pastikan tidak membuat situasi semakin buruk bukan mengangkat korban secara sembarangan. Jadi kita lebih berhati-hati dalam menolong tindakan pertama," kata Jusri.

Namun Jusri menyayangkan di Indonesia yang belum aturan yang mengatur bagaimana harusnya pengendara melakukan pertolongan pertama saat terjadi kecelakaan.



"Kita juga kurang mendapat pelajaran mengenai pertolongan pertama semenjak sekolah dan pemerintah juga tidak memberikan fasilitas dan melakukan pelatihan-pelatihan untuk pertolongan pertama. Akhirnya banyak kecelakaan orang saat diangkat tulang rusuk diangkat kena paru-paru lalu meninggal," ujar Jusri.

"Lebih baik seperti di negara-negara maju kesannya cuek tapi karena kesadaran mereka tinggi dan mereka tidak akan dekat-dekat, mereka akan berteriak apakah di sekitar kecelakaan ada dokter atau tidak dan mereka akan memilih untuk memanggil ambulans atau orang yang berkompeten dalam melakukan pertolongan pertama," tutup Jusri.



Simak Video "Minibus Ringsek Tabrak Truk di Tol Cipularang, 5 Orang Terluka"
[Gambas:Video 20detik]
(lth/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com