Minggu, 05 Jul 2020 19:18 WIB

Biar Sama-sama Aman, Ini yang Harus Dilakukan Saat Gowes Malam

Rangga Rahadiansyah - detikOto
gowes nyante ing dhalu Bersepeda pada malam hari. Foto: Amir Baihaqi
Jakarta -

Akhir-akhir ini masyarakat mulai banyak yang melakukan olahraga bersepeda. Tak sedikit juga yang bersepeda pada malam hari.

Bersepeda pada malam hari jika tidak dibarengi dengan persiapan matang bisa bikin celaka. Terlebih saat malam hari tak ada penerangan dari sepeda itu sendiri.

Praktisi kedokteran olahraga dr Andhika Raspati, SpKO, mengatakan bahwa aktivitas bersepeda di jalan raya harus mengutamakan keselamatan. Tak cuma helm, penerangan pada sepeda ketika beraktivitas saat malam hari juga diperlukan.

"Bicara safety nggak cuma helm, tapi juga saranku sekarang kan banyak juga yang sepeda malam-malam nih, jadi kalau kita mau sepeda malam-malam bagusnya kita ngebantu juga dengan pencahayaan, bisa juga dengan lampu atau paling nggak pakai reflective sticker atau reflective jersey. Intinya yang bikin kita kelihatan," kata dr Dhika dalam perbincangan live di channel YouTube BNPB, Minggu (5/7/2020).

"Karena pengalamanku pribadi banyak banget orang-orang bersepeda, udah mana gelap, pakai bajunya gelap, sepedanya gelap, nyelonong aja. Safety jangan lupa," sambungnya.

Sementara itu, Poetoet Soedarjanto selaku Ketua Bike2Work Indonesia menambahkan, saat bersepeda di jalan raya ada tiga hal yang harus diniatkan. Yang pertama adalah niatkan bahwa bersepeda tidak untuk memancing kecelakaan.

"Niatkan selalu bahwa kia tidak mau celaka dan kita tidak mau mencelakakan orang lain karena perbuatan kita di jalan raya. Caranya bagaimana? Patuhi aturan lalu lintas. Kemudian yang kedua adalah niatkan pada diri kita untuk selalu menghargai dan menghormati pengguna jalan raya yang lain, karena pada dasarnya semua orang ingin dihargai ingin dihormati seperti kita. Kemudian yang ketiga, niatkan jangan sampai kita tertular COVID ataupun kita menularkan COVID kepada orang lain," sebut Poetoet.

Sebelumnya, menurut instruktur keselamatan berkendara sekaligus Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu, untuk mencegah kecelakaan dan menjadi korban ditabrak kendaraan disarankan agar pesepeda melakukan beberapa hal. Yang pertama harus menggunakan perlengkapan keselamatan bersepeda yang lengkap.

"Kita (pesepeda) harus menggunakan baju yang (warnanya) mencolok untuk memberikan informasi kepada pengguna jalan lain tentang keberadaan kita. Pakaian gelap justru itu nggak terlihat," ujarnya.

Yang kedua, sebagai pengguna jalan raya, pesepeda juga harus disiplin dalam berlalu lintas. Jusri menekankan agar pesepeda selalu waspada ketika akan melakukan manuver. Karena pengguna jalan bukan cuma kita sendiri, tapi banyak pula kendaraan bermotor lainnya.

"Yang ketiga, sebaiknya kalau bisa kita menjauh dari kondisi-kondisi traffic yang sedikit berbahaya. Misalnya jalur-jalur orang memacu kendaraan di situ. Hindari jalur-jalur yang traffic-nya padat," katanya.

"Cari jalanan dengan traffic yang tidak membahayakan, yaitu traffic yang tidak ramai, traffic yang bukan menjadi favorit dari pengguna kendaraan bermotor untuk memacu kendaraannya. Misalnya di situ ada polisi tidur, di komplek perumahan, ketimbang di jalan-jalan utama," saran Jusri.



Simak Video "Suka Bersepeda? Sederet Aplikasi Ini Bisa Membantumu"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com