Minggu, 05 Jul 2020 08:03 WIB

Dear Pesepeda, Tetap Saling Berbagi di Jalan Raya Ya

Tim detikcom - detikOto
Para pesepeda baik perorangan maupun rombongan melintasi jalan Sudirman-Thamrin, Jakarta, Sabtu (13/6/2020). Penggunaan sepeda untuk berolahraga dilaporkan meningkat saat new normal. Kecenderungan tersebut diperoleh dari naiknya penjualan sepeda di sejumlah kota pada beberapa pekan terakhir. Warga bersepeda. Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Akhir pekan biasanya dimanfaatkan masyarakat untuk berolahraga. Akhir-akhir ini, olahraga bersepeda menjadi tren yang menjamur. Di beberapa daerah sudah disediakan jalur khusus pesepeda.

Namun, tak semua jalan raya disediakan fasilitas untuk pesepeda. Kadang kala, pesepeda juga harus berjibaku di jalan raya bersama pengguna jalan lain, kendaraan bermotor, misalnya.

Untuk tetap menjaga keselamatan di jalan raya, pesepeda diimbau untuk tetap saling berbagi. Jangan sampai karena merasa diutamakan keselamatannya, pesepeda malah mengabaikan keselamatan dirinya dan pengguna jalan lain. Misalnya dengan bergerombol di jalan raya sampai menutup badan jalan.

Beberapa waktu lalu, instruktur keselamatan berkendara sekaligus Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu, mengatakan pesepeda juga harus memahami potensi bahaya di jalan raya. Kata Jusri, perlu diingat bahwa tak semua pengguna kendaraan bermotor taat aturan. Karena ketidakdisiplinan pengendara lain itulah pesepeda semakin rentan di jalan raya.

"Ketika di jalan raya walaupun ada lajur-lajur seperti lajur pesepeda yang sudah disediakan, mereka (pesepeda) harus paham ketidakdisiplinan para pengguna jalan yang lain. Kadang-kadang lajur mereka diambil. Dari semua ini artinya pesepeda rentan sekali kecelakaan," ujarnya.

"Dengan fenomena tadi, seperti mereka bersepeda di jalan raya dan mengokupansi badan jalan, sebenarnya mereka ini membahayakan mereka sendiri. Itu yang mereka harus pikirkan. Ketika terjadi kecelakaan mereka akan rugi sendiri. Dan yang harus kita ketahui, ketika mereka mengalami kecelakaan, kalau mereka pemicunya, mereka akan membawa (melibatkan) orang lain (sebagai korban). Ketika kecelakaan melibatkan pihak lain, dan salah satu korbannya berat, dalam hal ini kalau berat pasti pesepeda, karena mereka ringkih," sebut Jusri.

Di sisi lain, pengguna kendaraan bermotor seperti mobil dan sepeda motor juga harus mengutamakan keselamatan pesepeda. Sebab, menurut Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, posisi pesepeda sama seperti pejalan kaki yang diutamakan keselamatannya.

Sebagai pengendara kendaraan bermotor yang mengutamakan keselamatan pesepeda, yang harus dilakukan adalah juga tetap berbagi di jalan raya. Bersabar jika ada pesepeda di jalan raya. Jika ada momen untuk mendahuluinya, lakukan dengan hati-hati.

"Tertib aja, mengalah, bersabar, kalau kita punya kesempatan untuk menyalip dengan berhati-hati, segera lakukan. Tapi untuk saat pertama, mengalah, bersabar sampai kita punya kesempatan untuk menyalip rombongan pesepeda tersebut," saran Jusri.



Simak Video "Gowes Marak Saat Pandemi, Buku Panduan Bersepeda Diluncurkan"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com