Jumat, 03 Jan 2020 08:49 WIB

Busi Terendam Banjir Baiknya Diganti, Nanti Bisa Patah

Ridwan Arifin - detikOto
Foto: Nugroho Tri Laksono/detikcom Foto: Nugroho Tri Laksono/detikcom
Jakarta - Saat menerabas banjir di jalan, khususnya pengendara roda dua, tak jarang bertemu sepeda motor yang mogok karena busi yang terendam banjir.

Biasanya cukup dengan mengeringkan busi, sepeda motor bisa dinyalakan kembali. Namun ada juga yang mengatakan dengan mengganti busi yang baru dinilai lebih baik.

Technical Support Product Specialist NGK Busi Indonesia Diko Oktaviano mengatakan untuk mesin yang sudah terendam banjir sebaiknya perlu mengganti busi yang baru.



"Kalau sampai kerendem mesinnya wajib diganti businya. Sebab yang namanya sudah kena air, potensi korosi pada bagian shell," tutur Diko saat ditanya detikcom, Kamis (2/1/2019).

Diko melanjutkan jika busi dalam kondisi yang basah, maka sistem pengapian pasti tidak akan berfungsi. Segera lepas busi dari tempatnya dan segera keringkan.

"Minimal memastikan dulu busi itu basah apa nggak. Kalau basah ya dikeringkan dulu. Selama ga ada air yang masuk ke ruang bakar, busi dikeringkan saja dulu sebelum dipakai," ungkapnya.



"Tapi kalau udah kondisi parah, saran kami harus diganti," bilang Diko.

Salah satu dampaknya bila tidak segera mengganti, busi bisa patah akibat korosi.

"Untuk mencegah adanya korosi. Kemudian bahaya waktu selanjutnya servis, bahayanya bisa susah dilepas karena karat atau patah pada saat kita berusaha untuk membukanya," ungkap Diko.

Simak Video "Sinyorita Berharap Pemerintah Optimalkan Evakuasi Korban Banjir"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com