Minggu, 10 Jun 2018 19:00 WIB

Perjalanan Panjang saat Mudik, Hati-hati Hantu Rem Blong

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Kecelakaan akibat truk rem blong beberapa waktu lalu Foto: Eko Susanto/detikcom Kecelakaan akibat truk rem blong beberapa waktu lalu Foto: Eko Susanto/detikcom
Jakarta - Perjalanan panjang saat mudik menggunakan mobil pribadi perlu hati-hati. Masalah yang kerap mengintai pemudik adalah rem blong. Banyak kasus kecelakaan yang disebabkan rem blong. Untuk itu, pemudik juga harus mewaspadai risiko rem blong.

Director Training Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana, berbagi tips untuk pengemudi yang ingin mudik agar tidak mengalami masalah rem blong. Tips pertama adalah, pastikan kondisi rem asli dan sesuai dengan yang direkomendasikan oleh pabrikan.

"Karena rem yang berkualitas rendah kurang tahan terhadap panas tertentu," kata Sony kepada detikOto.



Pemudik juga tidak disarankan membawa barang atau penumpang hingga melebihi batasnya (overload). Overload barang akan berakibat kerja rem lebih berat ketika harus stop n go (saat macet).

"Biasakan menggunakan engine brake (rem non-friksi) saat mengemudi, membantu kerja brake pad lebih ringan," sebut Sony.

Hindari penggunaan part modifikasi rem seperti cover rumah brakepad. Sebab, modifikasi cover rumah brakepad itu bisa membuat rem cepat panas.



"Yang jadi masalah adalah aliran angin yang seharusnya mendinginkan breakpad itu trtutup oleh sarung tersebut," katanya.

Sony juga menyarankan kepada pemudik agar tidak memaksakan diri dengan kendaraan. Beristirahatlah secara rutin. Dengan interval perjalanan paling lama 4 jam sekali, pemudik harus berhenti.

"Mesin sekalipun perlu beristirahat sehingga kemampuannya terjaga optimal. Istirahatkan rem mobil sekalian mengistirahatkan diri pengemudi dan penumpang setiap 4 jam sekali," sebut Sony.



Dia juga tidak menyarankan pemudik untuk menyiram rem yang panas dengan air. Karena, kata Sony, ketika setelah rem bekerja berat dan panas kemudian disiram air dengan harapan mengurangi panas, kemungkinan yang dapat terjadi adalah komponen rem akan rusak bahkan bisa pecah atau retak.

"Yang benar adalah diamkan sejenak, biarkan panas tersebut berkurang perlahan. Setelah adem baru mungkin bantu angin," ucap Sony. (rgr/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed