ADVERTISEMENT
Jumat, 20 Okt 2017 10:23 WIB

Antisipasi Pelumas Palsu, Apa yang Harus Dilakukan Konsumen?

Ruly Kurniawan - detikOto
Cegah Pemalsuan Pelumas, Shell Tawarkan Teknologi Antibajak (Foto: Ruly Kurniawan) Cegah Pemalsuan Pelumas, Shell Tawarkan Teknologi Antibajak (Foto: Ruly Kurniawan)
Jakarta - Sebelum membeli pelumas khususnya di luar distributor resmi, Otolovers harus cek beberapa bagiannya dulu, ya. Sebab, peredaran pelumas palsu masih berkeliaran.

Diungkapkan oleh Edward Satrio selaku Vice President B2C Brand PT Shell Indonesia, sebelum membeli pelumas ada baiknya cek kembali bagian segel.

"Untuk menghindari pembelian pelumas palsu, ada baiknya untuk dicek dulu kepala segelnya. Apakah rusak atau tidak," kata Edward kepada wartawan di Jakarta.

"Atau, lihat bagian hologram yang juga berada di bagian tutup berdekatan dengan segel. Buram atau tidak. Kalau buram, jangan terima," katanya lagi.

Karena, apabila pembeli kurang teliti di bagian itu bisa-bisa kendaraan tercinta akan 'ngambek', lho.

"Penggunaan pelumas palsu pada mesin kendaraan membuat kerja mesin menjadi lebih berat dan menyebabkan kerusakan. Sehingga, biaya perawatannya akan menjadi lebih tinggi," tutur Justisiari P Kusumah selaku Kepala Masyarakat Indonesia Anti Pemalsuan (MIAP) dalam kesempatan yang sama.

Untuk memudahkan para pengguna kendaraan dalam membeli pelumas asli, Shell menghadirkan teknologi baru yakni Jam Jar. Sehingga kini pada bagian segel dibuat berlapis.

Pada lapisan kedua pada segel dapat dibuka hingga muncul kode QR dan 16 digit angka. Dengan hanya melakukan scan, Otolovers akan langsung diarahkan ke website resmi Shell dan keluar konfirmasi terkait keaslian pelumas tersebut.

"Mudah banget diceknya, hanya dengan scan QR Code-nya, langsung deh dibawa ke web resmi Shell dan langsung juga dapat dilihat barang ini asli atau tidak. Selain itu, QR code ini hanya dapat di-scan sebanyak lima kali saja. Bila sudah di-scan sebelumnya, dia akan muncul keterangan seperti produk ini sudah di-scan dua kali, dan sebagainya," tutur Edward.

Sementara itu, pemalsuan pelumas ini membuat produsen pelumas ikut merugi. Lantas, berapakah kerugian yang dialami oleh PT Shell Indonesia selaku produsen pelumas dan oil?

"Kalau sampai saat ini sejujurnya tentang kerugian dari pelumas Shell, kita belum tahu. Tapi dari data yang saya pernah lihat, kerugian di luar sana (produsen dalam bidang yang sama-Red) untuk Indonesia ialah kurang lebih sekitar 5%," papar Dian Andyasuri selaku Direktur Pelumas PT Shell Indonesia.

"Bagi kami paling utama adalah keselamatan konsumen entah naik mobil atau motor seperti mesin, kelengkapan, bensin, dan sebagainya. Begitu juga dengan pelumas. Memang pakai barang palsu atau replika pada barang lain tak mengakibatkan pengurangan safety tapi kalau dengan pelumas, akan berdampak pada mesin kendaraan. Oleh karena itu, kita Shell ingin mengantisipasinya," ujar Dian. (rgr/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com