Hal itu tidaklah aneh, karena saat ini setiap pemilik kendaraan masih cenderung memilih sebuah pelindung kepala tersebut hanya dari motif dan corak yang dimilikinya.
Nah, karena melihat 'keganjilan' itulah, maka Deputy Director PT. Central Sole Agency Willlianto Husada yang menjadi pemasok helm bermerk KBC dan Spark mencoba memberikan panduan memilih helm yang berkualitas demi kemanan anda dijalan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kedua, pilih helm yang memiliki bahan dasar yang berkualitas baik seperti Tri Comp (gabungan dari carbon, kevlar dan fiberglass), Fiberglass, Poly Carbonat, ataupun gabungan dari ABS danPoly Carbonat.
"Namun, jangan pernah memilih helm yang berbahan dasar Poly Propilene yang biasa digunakan helm 'cetok' murah, karena keamanannya sangatlah rentan," ujar Willianto ketika ditemui detikOto di kantornya, Senin (23/2/2009).
Ketiga, pilihlah helm yang kacanya telah memiliki teknologi anti kabut yang berguna meredam pengaruh air dan embun bila kita berjalan ketika hujan ataupun malam.
"Pilih pula kaca helm yang sudah dilengkapi dengan anti gores agar helm yang kita beli memiliki umur yang panjang," tukasnya.
Keempat, ketika membeli helm, selalulah lihat tanggal produksi helm tersebut, keterangan ini biasanya ada pada bagian helm.
Hal ini termasuk cukup penting, karena setiap helm hanya memiliki masa waktu yang tidak boleh lebih dari lima tahun. Jangan sampai ketika anda membelinya ternyata masa pakainya sudah hampir habis, karena hal itu mempengaruhi kualitas dan ketahanan sebuah helm.
Kelima, temukan ukuran yang sesuai dengan kepala anda, caranya cukup dengan memakai helm tersebut dan goyangkanlah ke kiri-kanan.
Bila ukurannya sesuai, maka yang akan bergerak adalah kepala anda bukan helmnya. "Kalau ketika digoyang helm tersebut yang bergeser, maka berarti ukurannya belum tepat, carilah yang pas," jelas Willianto.
Keenam, di dunia 'perlindungan kepala', harga menjadi kunci semuanya. Semakin bagus kualitas helm tersebut, maka semakin tinggi pula harganya.
"Ini adalah urusan keselamatan dan nyawa kita, jadi jangan pernah memperhitungkan harga bila memang barang itu berkualitas," saran Willianto.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Heboh Pajak Mobil-motor di Jateng Tiba-tiba Naik Drastis, Begini Penjelasannya
Opsen Mencekik! Muncul Gerakan Setop Bayar Pajak Kendaraan
Mobil Listrik e-Vitara Dianggap Kemahalan, Suzuki Bilang Begini