Rawan Celaka, Begini Tips Aman Naik Motor di Dekat Bus dan Truk

ADVERTISEMENT

Rawan Celaka, Begini Tips Aman Naik Motor di Dekat Bus dan Truk

Septian Farhan Nurhuda - detikOto
Minggu, 04 Des 2022 13:09 WIB
Naik motor di dekat truk dan bus.
Tips aman naik motor di dekat bus dan truk. Foto: Wahana Honda
Jakarta -

Sepanjang tahun ini, kecelakaan yang melibatkan kendaraan besar seperti bus dan truk banyak terjadi di Indonesia. Itulah mengapa, agar kejadian serupa tak terus-terusan terulang, kita dituntut berhati-hati dan tidak lengah saat berkendara. Lalu, bagaimana tips aman naik motor di dekat bus dan truk?

Director Training Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana menjelaskan, pengendara motor sebaiknya tak melaju persis di depan bus atau truk. Jika situasi memaksa demikian, maka ada dua hal yang bisa dilakukan: tancap gas atau memberikan jalan kepada kendaraan besar tersebut.

"Hindari berkendara di depan bus dan truk. Kalau memang terpaksa, kurangi saja kecepatan kendaraan untuk memberinya jalan atau tancap gas untuk menjauh," ujar Sony kepada detikOto, dikutip Sabtu (3/12/2022).

Truk di Gresik tabrak motor yang ditumpangi satu keluargaTruk di Gresik tabrak motor yang ditumpangi satu keluarga Foto: Truk di Gresik tabrak motor yang ditumpangi satu keluarga (Jemmi Purwodianto/detikJatim)

Saat ditanya mengenai radius aman berkendara di dekat bus dan truk, Sony tak bisa mengurainya lebih detail. Namun, agar tetap aman, usahakan jaraknya cukup jauh. Sebab, jika ada hal spontan terjadi, pengendara punya cukup waktu untuk membuat keputusan.

"Untuk batasan, nggak bisa jadi patokan karena manuvernya sering membahayakan atau seruntulan. Segera posisikan (kendaraan) dengan berjaga jarak," ungkapnya.

Naik motor di dekat truk dan bus.Naik motor di dekat truk dan bus. Foto: Wahana Honda

Terlepas itu semua, menurut Sony, mengendarai sepeda motor di dekat bus dan truk sejatinya punya banyak risiko. Jika tak mau jaga jarak, kecelakaan mungkin saja bisa terjadi.

"Berkendara di dekat kendaraan besar bahayanya memang tinggi. Pertama, blindspot-nya besar. Kedua, manuvernya butuh space. Ketiga, sering blong remnya. Keempat, mudah oleng. Lalu yang kelima, momentumnya besar kalau kecelakaan biasanya fatal," kata Sony.



Simak Video "Kapan Sebaiknya Motor Ganti Oli?"
[Gambas:Video 20detik]
(sfn/rgr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT