ADVERTISEMENT

Tips Beli Helm Bekas, Perhatikan Hal Ini Biar Enggak Nyesel

Septian Farhan Nurhuda - detikOto
Kamis, 18 Agu 2022 12:39 WIB
Helm full face terbaru RSV berbahan karbon dan fiber
Beli helm bekas boleh saja, tapi ada beberapa hal yang harus diperhatikan (Foto: Dok. RSV)
Jakarta -

Harganya yang murah membuat helm bekas pakai diminati banyak masyarakat Indonesia. Padahal, jika mengacu pada faktor keamanan, helm seken sebaiknya tak dijadikan pilihan.

Brand Manager JPX Indonesia, Salomon Manalu, mengatakan, helm bekas pakai biasanya secara kondisi sudah tak baik. Apalagi, kata dia, jika usianya sudah melebihi tiga tahun.

"Mungkin bisa dilihat dari berbagai pertimbangan, pertama kita harus lihat dulu tahun produksinya. Karena biasanya di belakangnya ada label tahun produksi. Kita lihat, kalau udah di atas tiga tahun sebaiknya jangan, apalagi sampai lima tahun," ujar Salomon Manalu saat ditemui wartawan di ICE BSD, Tangerang Selatan.

Lebih jauh, menurut Salomon, membeli helm bekas pakai yang usianya masih muda sebenarnya diperbolehkan. Namun, harus diperhatikan, apakah pengaman kepala tersebut pernah mengalami benturan atau tidak.

Helm JPX IndonesiaHelm JPX Indonesia Foto: Septian Farhan Nurhuda

"Beli helm seken (yang umurnya) satu sampai dua tahun sih masih oke. Kalau lebih dari itu, sebaiknya jangan. Kita juga harus lihat apakah ada bekas benturan, atau pengecatan ulang (repaint)," tuturnya.

Pada akhirnya, Salomon menegaskan, sebaik-baiknya helm bekas, bakal lebih baik dan aman membeli helm baru.

"Harga helm baru sekarang kan sudah banyak yang murah dan SNI," tegasnya.

Helm Ada Masa Pakainya

Di kesempatan yang sama, Salomon mengingatkan, helm sebaiknya diganti usai dipakai tiga sampai lima tahun. Sebab, helm yang sudah terlalu tua, biasanya tak bisa melindungi kepala dengan maksimal.

Selain itu, Salomon menambahkan, helm yang sudah pernah jatuh dan meninggalkan jejak penyok sebaiknya juga diganti.

"Kalau jatuh dan terkena benturan, maka dia (helm) harus diganti. Apalagi, jatuh dengan ada beban (luka) di bagian dalamnya," terangnya.

"Ketika sudah terjadi benturan, sterofoam itu sudah mengeras dan memadat, maka masa pakainya sudah selesai. Sama saja kayak airbag mobil, kalau sudah mengembang ya harus diganti," kata dia menambahkan.



Simak Video "Ternyata, Ini Rahasia Helm Motor Trail Punya Moncong dan Topi Panjang"
[Gambas:Video 20detik]
(din/din)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT