ADVERTISEMENT

Tips Ganti Lampu LED Motor, Perhatikan Kelistrikan

Luthfi Anshori - detikOto
Senin, 18 Jul 2022 16:43 WIB
Tips memilih lampu LED aftermarket untuk motor
Ilustrasi lampu LED. Foto: Dok. Autovision
Jakarta -

Lampu jenis Light Emitting Diode (LED) kini makin banyak digunakan pada motor-motor keluaran terbaru. Lampu LED tak hanya menghadirkan kesan lebih modern, tapi juga memiliki keunggulan dari sisi pencahayaan yang lebih terang. Lalu seperti apa cara mengganti lampu LED yang benar?

Bicara lampu motor jenis LED memang banyak keunggulannya. Salah satunya umur pakai lebih panjang ketimbang jenis lampu halogen dan HID. Selain itu LED dirancang dan diproduksi untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan, baik bagi pengendara maupun pengguna jalan lainnya, terutama bagi para pengendara dari arah berlawanan.

"Sejak 2016, Autovision mulai mengembangkan lampu berteknologi LED untuk roda dua (R2). Lampu LED berkualitas dengan pencahayaan yang maksimal, intensitas cahaya yang lebih stabil dan tentunya dapat diaplikasi semua jenis kelistrikan pada motor,"terang Direktur Sampurna Part Niaga (SPN), Lily Hernawan, dalam keterangan resminya.

"SPN merilis Autovision Headlight LED Nitro yang disebut punya keunggulan lebih terang, lebih stabil, dan mampu diaplikasi untuk arus kelistrikan jenis AC maupun DC. Lampu ini ditunjang LED driver dengan skema baru yang menunjang full AC/DC. Disematkan pula teknologi Chip High Power SMD yang bisa menghasilkan cahaya maksimal hingga 10 Watt atau setara daya terang mencapai 1000 LM".

Bagi para bikers yang ingin mengganti lampu jenis LED ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Hal yang paling wajib diketahui adalah soal kelistrikan pada motor.

"Salah satunya ketahui tipe socket dan tipe kelistrikan pada motor Anda. Kondisi kelistrikan pada motor haruslah dalam kondisi baik, terutama pada type kelistrikan AC," tulis Autovision.

Tegangan pada motor tipe kelistrikan AC bergantung pada beberapa komponen, salah satunya adalah Limiter. Output tegangan Motor dengan kelistrikan AC akan bertambah besar seiring dengan rpm motor.

Jadi semakin besar rpm akan semakin besar tegangannya (bisa mencapai lebih dari 90V). Jika kondisi limiter itu bermasalah, kemungkinan untuk terjadi putusnya lampu LED akan sangat besar dikarenakan limiter berfungsi sebagai pembatas output tegangan, bahkan saat motor dalam kecepatan atau rpm tinggi.

Selanjutnya, problem pada lampu motor seperti redup, putus atau mati kerap ditemui pada motor terutama lampu bawaan masih jenis halogen. Lampu motor sering putus biasanya diakibatkan oleh lampu halogen yang sering terguncang saat berkendara dan kiprok limiter yang sudah rusak atau mati sehingga membuat lampu motor sering putus.



Simak Video "Lampu LED vs Lampu Halogen: Mana yang Lebih Baik dan Terang?"
[Gambas:Video 20detik]
(lua/lth)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT