Awas Motormu Nggak Bisa Dinyalakan, Perhatikan Indikator Ini!

ADVERTISEMENT

Awas Motormu Nggak Bisa Dinyalakan, Perhatikan Indikator Ini!

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Jumat, 08 Apr 2022 12:55 WIB
Sepanjang 2018, sebanyak 5,1 juta konsumen Honda melakukan perbaikan dan perawatan di AHASS jaringan main dealer sepeda motor Honda Jakarta Tangerang, PT Wahana Makmur Sejati.
Ilustrasi AHASS Foto: Istimewa/AHASS
Jakarta -

Motor-motor saat ini terutama motor matic premium tidak dilengkapi dengan kick starter atau engkol lagi. Alhasil, penggunanya harus rajin-rajin memantau kondisi aki jika tidak ingin motornya tak bisa dinyalakan.

Reza Rezdie dari Technical Service Division PT Astra Honda Motor (AHM) mengatakan, di motor seperti Honda Vario 160 ada indikator baterai atau aki. Di bagian speedometernya juga terdapat angka tegangan aki.

"Kita bisa tahu sisa tegangan baterai aktual pada motor Vario 160 sisa berapa. Di bagian odometer bisa diganti-ganti dengan tombol yang sudah disiapkan, akan ketahuan kondisi aktual volt meter. Tidak perlu lagi menambah part aftermarket voltmeter," ujar Reza.

Ada beberapa kondisi yang harus menjadi perhatian pemilik motor terkait kondisi aki. Pertama, jika indikator baterai menyala dan tegangannya 11,6 volt (dari normal sekitar 12 volt), maka motor tetap bisa dinyalakan tapi akan ada indikator baterai warna merah.

"Artinya kondisi baterai rendah/drop, tapi motor masih bisa dihidupkan dengan lancar. Disarankan untuk tidak mengaktifkan ISS (Idling Stop System). Ini sebagai anjuran bahwa dikhawatirkan usia pakai baterai sudah waktunya ganti. Jika fitur ISS aktif, saat di tengah jalan tegangan baterai ini tidak lagi mampu menyimpan muatan listrik yang dihasilkan dari ACG starter, maka motor tidak bisa dihidupkan. Jadi ini sebagai saran saja untuk tidak diaktifkan ISS," jelas Reza.

Indikasi selanjutnya, jika tegangan baterai mencapai 11 volt, maka motor sudah tidak bisa dihidupkan lagi. Indikator baterai akan terus menyala.

"Jika kondisi seperti ini segera bawa ke AHASS untuk pemeriksaan lebih lanjut," saran Reza.

Dia tidak merekomendasikan melakukan jumper aki jika baterai drop. Alasannya, jika melakukan jumper aki, dikhawatirkan akan terjadi error pada indikator baterai dan menyulitkan mekanik untuk melakukan pemeriksaan.

"Kalau benar-benar ngedrop, kita di aftersales service kita itu ada namanya layanan Honda Care. Apabila kondisi jauh dari AHASS, itu konsumen bisa menggunakan AHASS terdekat melalui Honda Care, itu akan dibantu untuk penanganan motornya," ujar Reza.



Simak Video "Biar Awet! Ini Cara Merawat Motor Matik di Rumah"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/lth)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT