Telat Ganti Oli Motor Sampai Kering? Ini Dampaknya Bagi Kesehatan Mesin

Ilham Satria Fikriansyah - detikOto
Minggu, 09 Jan 2022 16:25 WIB
Ganti oli Pertamina Enduro
Ilustrasi ganti oli mesin motor. Foto: detikOto
Jakarta -

Oli merupakan komponen penting bagi sebuah kendaraan bermotor. Oli mesin pada motor memiliki fungsi sebagai pelumas, pelindung, pembersih, dan pendingin mesin.

Saat mesin motor bekerja, akan terjadi banyak gesekan mulai sistem transmisi hingga piston yang bergesekan dengan dinding silinder. Nah, jika oli mesin tidak diganti secara berkala tentu sangat berisiko terhadap performa mesin.

Maka dari itu, ada baiknya kamu sebagai pemilik sepeda motor untuk rutin mengganti oli mesin. Dilansir dari Astra Motor, ada sejumlah bahaya yang mengintai jika kamu telat dan jarang ganti oli mesin.

1. Suara dan Getaran yang Tidak Nyaman

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, salah satu fungsi oli yaitu sebagai pelumas mesin. Apabila cairan oli yang sudah kotor atau kering, maka mesin harus bekerja lebih keras dan menimbulkan gesekan besar, alhasil dapat menimbulkan suara dan getaran dari motor yang tidak nyaman.

2. Penurunan Kinerja Mesin

Selain itu, oli yang tidak diganti akan terlihat kotor hingga menjadi kental. Nah, kentalnya oli pada mesin motor membuat tidak nyaman saat digunakan. Apabila motor terus dipaksa dikendarai ketika oli dalam keadaan seperti itu, tentu kinerja mesin lama-lama menurun dan akhirnya rusak.

3. Bahan Bakar Boros

Oli yang kotor dan kental membuat mesin harus bekerja lebih keras, alhasil mesin membutuhkan tenaga yang lebih besar juga. Hal ini kemudian berdampak pada bahan bakar yang lebih cepat boros.

4. Overheating

Oli mesin juga berfungsi sebagai pendingin mesin. Jika kamu telat mengganti oli, hal ini menyebabkan overheating atau panas berlebih pada mesin motor kamu. Sekali lagi, jika dibiarkan terlalu lama hal ini dapat menimbulkan kerusakan pada mesin.

5. Ketahanan Mesin Berkurang

Fungsi oli mesin punya andil besar untuk menjaga keawetan mesin. Telat ganti oli sedikit saja bisa menyebabkan usia mesin motor lebih pendek dari yang seharusnya, alhasil harus mengeluarkan biaya ekstra untuk memperbaiki sejumlah komponen lain.

6. Motor Tiba-tiba Mati

Pernahkah kamu mengalami motor tiba-tiba mati di jalan padahal bensin masih terisi penuh? Bisa jadi hal ini disebabkan karena piston ngancing, yaitu oli mesin tidak terdistribusi dengan baik. Faktor ini bisa disebabkan oleh panas berlebih atau overheating karena jarang mengganti oli mesin yang sudah habis.

7. Turun Mesin

Jika kamu nekat mengendarai motor sampai oli mesin sudah benar-benar habis, risiko besar yang dihadapi adalah turun mesin. Penyebab turun mesin sering diakibatkan oleh mesin motor sudah rusak akibat oli tidak diganti, sehingga kerusakan juga menjalar ke komponen lain.

Nah, turun mesin ini membutuhkan biaya yang tidak murah. Jadi ada baiknya, kamu rutin mengganti oli sesuai buku pedoman daripada motor kamu harus turun mesin dan akhirnya perlu merogoh kocek dalam-dalam.

(lth/lua)