Viral Bengkel AHASS Dituding Curangi Pelanggan, Lakukan Ini Supaya Tak Ditipu Teknisi Nakal

Ilham Satria Fikriansyah - detikOto
Kamis, 28 Okt 2021 17:22 WIB

4. Cari dan Pilih Teknisi Terbaik

Saat kamu melakukan servis dan menemukan bengkel yang tepat, usahakan untuk terus menggunakan jasa dari bengkel tersebut. Bila perlu, perhatikan teknisi yang dirasa punya kinerja baik dalam memperbaiki kendaraan kamu, usahakan tetap menggunakan jasanya dan jangan berganti-ganti teknisi.

5. Lihat Langsung Proses Servis

Terkadang, beberapa pemilik kendaraan tidak punya banyak waktu saat melakukan servis di bengkel. Sehingga, mereka sering meninggalkan kendaraan di bengkel tanpa pengawasan.

Hal ini jadi kesempatan bagi para teknisi nakal untuk melakukan kecurangan. Mereka bisa leluasa mengganti komponen asli pada kendaraan dan menggantinya dengan yang palsu, atau berupaya mengganti peranti lainnya agar bengkel semakin untung.

Untuk itu, ketika pertama kali menggunakan jasa bengkel usahakan melihat langsung cara kerja teknisi dari awal sampai akhir. Jangan ragu untuk bertanya apapun yang membuat kamu penasaran.

Jika teknisi menyarankan untuk mengganti suatu komponen, tanyakan kepada teknisi kenapa perangkat tersebut harus diganti dan berapa biayanya. Selain mencegah praktik curang, cara ini dilakukan agar membantu kamu lebih paham soal mesin.

6. Minta Komponen yang Lama

Salah satu cara untuk menghindari teknisi nakal di bengkel adalah dengan meminta komponen lama yang telah diganti. Hal ini agar kamu paham apakah komponen yang diganti benar-benar rusak atau sengaja diganti demi meraup keuntungan.

Lebih parah lagi, beberapa praktik curang yang dilakukan oleh teknisi adalah mengganti komponen yang masih baru dengan yang sudah rusak. Hal ini tentu merugikan bagi pemilik kendaraan karena telah mengeluarkan biaya mahal.

Selama proses perbaikan, tetaplah berkomunikasi dengan teknisi bengkel. Minta mereka memberitahukan setiap prosedur yang akan dilakukan pada kendaraan kamu.

Bengkel profesional biasanya tidak akan melakukan atau mengganti apapun dari komponen kendaraan tanpa persetujuan pemiliknya. Jika ditemukan beberapa hal yang diganti, teknisi wajib memberikan informasi kepada pemilik dan tidak boleh memaksakan harus diganti.


(din/din)