Kerap Dipakai Motor Sport, Suspensi Terbalik Susah Dirawat?

Ridwan Arifin - detikOto
Kamis, 14 Jan 2021 20:29 WIB
PT Astra Honda Motor (AHM) resmi merilis All New CBR150R, Selasa (12/1/2021). Motor ini punya fitur baru berupa assist slipper clutch dan penggunaan upside-down.
Suspensi upside-down Foto: Astra Honda Motor
Jakarta -

Motor-motor sport dari 150 cc hingga 250 cc sudah lumrah menggunakan suspensi terbalik atau upside-down (USD). Tapi, bagaimana dengan perawatannya?

All New CBR150R jadi pesaing Yamaha R15 yang sudah menggunakan suspensi terbalik. Posisi inner tube (pipa kecil) berada di bagian bawah sedangkan posisi outer tube (pipa besar) berada di bagian atas. Memang secara tampilan penggunaan USD lebih menarik secara kasat mata dibandingkan suspensi teleskopik biasa.

Endro Sutarno, Technical Service Division PT Astra Honda Motor (AHM) mengatakan ternyata perawatan suspensi upside-down dan teleskopik sama, yang penting pemilik motor apik menjaga kebersihan batang as.

"Suspensi perawatan itu hanya kita suka perhatikan di bagian yang tengah bagian mengkilap itu (as) jangan sampai kotor, baik yang biasa ataupun upside-down," kata Endro saat di Cikarang, Jawa Barat, Kamis (14/1/2021).

Ia melanjutkan kotoran batang as pada shock breaker bisa membuat baret hingga membuat bocor sil.

"Cuma begitu bocor boleh diganti olinya atau silnya," tanggap Endro.

Musuh utama shockbreaker sendiri adalah kotoran yang menempel pada batang as dan seal dust. Mekanik spesialis Shockbreaker Semarang Motor, Nurul atau akrab disapa Bengbeng mengatakan jika pemilik harus apik merawat shock breaker.

"Minimal kalau lihat kotoran di bagian situ, langsung dielap saja," kata mekanik spesialis Shockbreaker Semarang Motor Nurul atau akrab disapa bengbeng.

Kain yang digunakan pun tidak harus lap khusus seperti Chamois, menggunakan kaos kering yang tidak terpakai pun bisa Otolovers.



Simak Video "Begini Rasanya CBR150R dengan Aura Big Bike"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/rgr)