3 Komponen Penting Perawatan Motor Matic

Rizki Pratama - detikOto
Senin, 07 Des 2020 08:42 WIB
Mudik lebaran mulai berlangsung. Tak sedikit pemudik menggunakan kendaraan pribadi untuk pulang kampung. Tempat servispun mulai sibuk memastikan kendaraan prima
Perawatan motor matik yang tak boleh ketinggalan. Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Motor skuter bertransmisi otomatis atau skutik memang telah mendominasi pasar dan jalanan di Indonesia. Tapi, masih banyak juga yang awam dengan teknologi seputar perawatannya.

Dikutip dari laman Astra Honda Motor, komponen skutik yang perlu mendapatkan perhatian khusus selain bagian mesinnya adalah Continuously Variable Transmission atau CVT. Bagian ini adalah sistem transmisi daya dari mesin menuju ban belakang menggunakan sabuk atau belt yang menghubungkan antara pulley primer dengan pulley skunder.

Melalui CVT motor melakukan perpindahan kecepatan secara otomatis sesuai dengan putaran mesin. Karena itu, perlu dilakukan perawatan CVT secara berkala agar performa sepeda motor tetap optimal.

Berikut bagian CVT yang perlu dirawat.

1. V-belt

V-belt merupakan komponen penting dalam bagian CVT yang menghubungkan puli primer (penggerak) dengan puli sekunder (yang digerakkan). Berdasar buku pedoman pemilik, kondisi V-Belt harus diperiksa secara berkala setiap 8.000 km dan umumnya usia pemakaian V-belt sampai dengan 24.000 km.

Dengan melakukan pemeriksaan rutin, kondisi V-belt dapat terkontrol dengan baik, sehingga tanda-tanda awal kerusakan seperti retak-retak, aus/mulur pun dapat diketahui lebih dini. Salah satu contoh masalah yang mungkin timbul di V-belt akibat aus/mulur adalah bunyi berdecit dan akselerasi yang menurun dan bahkan yang terburuknya adalah V-belt putus.

2. Roller Weight

Kondisi komponen ini juga bisa dipengaruhi oleh kondisi v-belt. Jika v-belt bermasalah, bisa memengaruhi ketahanan dan kinerja roller.

Kondisi roller yang rusak atau peyang bisa diakibatkan dari v-belt yang bermasalah atau akibat usia pakai roller itu sendiri. Gejala yang bisa terjadi jika roller rusak adalah terdengar bunyi atau suara yang berisik di dalam CVT bagian depan. Kerusakan satu roller harus diganti dengan satu set roller. namun harus diketahui bahwa ukuran roller tiap sepeda motor berbeda-beda sehingga harus dipastikan set roller pengganti memiliki spesifikasi yang sesuai tipe motor masing-masing.

3. Kampas Kopling

Yang perlu diperhatikan dari komponen ini adalah ketebalannya. Biasanya saat ketebalan kampas kopling sudah berada di bawa batas, tarikan motor akan sangat berkurang. Saat gas dibuka, raungan mesin terdengar keras tapi motor tak ada larinya. Jika kondisi ini dibiarkan dalam waktu lama, bisa merusak komponen CVT lainnya seperti mangkok kopling.

Dengan demikian agar kinerja CVT tetap optimal dan masa pakai lebih awet, lakukanlah pemeriksaan rutin sesuai jadwal perawatan berkala yang tercantum dalam buku panduan pemilik dan buku servis garansi.



Simak Video "Jelajah dengan Motor Matik, Grobogan"
[Gambas:Video 20detik]
(rip/rgr)