Senin, 02 Nov 2020 16:45 WIB

Lagi Asik Nyetir Ada Konvoi Moge, Mending Minggir atau Tetap di Tengah?

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Touring moge Honda dari Phuket Thailand menuju Sepang, Malaysia Touring moge, sebagai pengendara sebaiknya kasih jalan atau halangi konvoi moge? Foto: Honda
Jakarta -

Konvoi motor gede (moge) kerap kali memunculkan arogansi dari pengendara moge itu. Dengan suara mesin yang besar hingga kecepatan tinggi, konvoi moge seakan membuat pengendara lain harus minggir.

Secara peraturan, tak ada kewajiban pengendara untuk memberikan jalan kepada konvoi moge. Dalam Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Pasal 134 menyatakan, hanya ada tujuh kendaraan yang harus diprioritaskan.

Ratusan Moge Kawal Pawai Obor Asian GamesKonvoi moge. Foto: Dok. Motor Besar Indonesia

Adapun ketujuh pengguna jalan yang harus dikasih jalan adalah pemadam kebakaran, ambulans, kendaraan untuk memberikan pertolongan pada kecelakaan lalu lintas, kendaraan pimpinan lembaga negara kendaraan pimpinan dan pejabat negara asing serta lembaga internasional yang menjadi tamu negara, iring-iringan pengantar jenazah, dan konvoi dan/atau Kendaraan untuk kepentingan tertentu menurut pertimbangan petugas Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Namun, konvoi moge yang kerap memacu kecepatan tinggi terkadang membuat pengendara lain mau tidak mau harus minggir dan memberikan jalan. Memang bakal menyulut emosi, tapi setidaknya cara memberikan jalan kepada konvoi tersebut mengurangi risiko konflik yang akan terjadi.

Komunitas Moge Kawal Obor Asian GamesKetemu konvoi moge di jalan, pengendara kasih jalan atau tetap di tengah? Foto: Ridwan Arifin

"Kalau kecepatan mereka di atas kita, buka dan kasih jalan," kata Praktisi keselamatan berkendara dari Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana, kepada detikcom, Senin (2/11/2020).

Menurut Sony, dengan minggir dan memberikan jalan kepada konvoi tersebut setidaknya mengurangi risiko kecelakaan juga.

"Kecepatan rata-rata di masing-masing jalan kan berbeda-beda. Misalnya, jalan provinsi kecepatan rata-rata 60 km/jam, ketika ada kendaraan yang ingin menyusul atau konvoi dan kecepatan lebih tinggi ya harus dikasih space untuk menyusul. Nggak ada untungnya juga menghalang-halangi," sebutnya.

Hal senada juga disampaikan praktisi safety/defensive driving, Andry Berlianto. Menurut Andry, minggir dan memberikan jalan kepada konvoi merupakan cara aman untuk menghindari konflik atau kecelakaan.

"Semata-mata antisipasi bad things happen atau munculnya arogansi. Pastikan menepi ke lajur kiri untuk membuka ruang jalan," sebutnya.

"Tidak mau mengalah akan menambah runyam masalah dan memancing konflik. Jadi dari sisi defensive/safety-nya ya mengalah untuk menghilangkan risiko berseteru dengan pihak lain," sebut Andry.



Simak Video "Viral Konvoi Moge di Tangsel Terobos Lampu Merah dan Dikawal"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com