Sekali Berkendara di Jalan Raya, Bikers Dihadapkan pada 120 Potensi Bahaya

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Selasa, 29 Sep 2020 17:16 WIB
Astra Honda Motor Safety Riding and Training Center (AHMSRTC)
Safety riding. Foto: Dok. AHM
Jakarta -

Banyak praktisi keselamatan berkendara bilang menyetir di jalan raya jangan pernah merasa aman. Dengan merasa tidak aman, maka pengendara akan tetap waspada setiap saat.

Berdasarkan simulasi berkendara yang dikembangkan dalam Honda Riding Trainer, ada 120 jenis potensi bahaya yang dapat diketahui oleh pemotor.

"Para bikers perlu mengetahui apa saja potensi bahaya yang ditemui di jalan dan bagaimana cara mengatasinya. Pengetahuan dan tips ini bisa mengurangi risiko saat berkendara di berbagai kondisi jalan," kata Johanes Lucky Margo Utomo, Safety Riding Department Head PT Astra Honda Motor.

Menurutnya, secara garis besar jenis potensi bahaya di jalan raya ada tiga jenis. Pertama, potensi bahaya yang terlihat oleh pengendara tanpa perlu diprediksi oleh para pengendara sepeda motor, seperti kendaraan yang berhenti di pinggir jalan atau kondisi mengantuk saat berkendara.

Kedua, potensi bahaya yang dapat menarik perhatian dan konsentrasi pengendara. Potensi bahaya ini belum terlihat akan tetapi sudah memberikan tanda-tanda untuk menarik perhatian, seperti kendaraan lain yang memberikan tanda lampu sein atau kondisi kendaraan yang menggunakan ban sudah aus. Potensi bahaya ini dikategorikan tingkat menengah dan dibutuhkan pengetahuan lebih untuk menanganinya dengan baik.

Ketiga, potensi bahaya yang membutuhkan kemampuan prediksi bahaya tingkat yang lebih tinggi yakni potensi bahaya yang tidak terlihat secara langsung oleh mata pemotor, seperti kendaraan yang muncul secara tiba-tiba saat di persimpangan jalan.

Sumber potensi bahaya di jalan raya sangat banyak. Tapi, setidaknya ada tiga golongan sumber potensi bahaya. Pertama, potensi bahaya yang bersumber dari sisi manusia tanpa sadar menimbulkan bahaya, seperti kelelahan yang menyebabkan kantuk, emosi yang tidak terjaga, dan juga tidak patuh rambu lalu lintas di jalan raya. Bahkan, gangguan kecil saat berkendara dapat menjadi potensi bahaya seperti bersin yang dapat mengganggu pandangan ataupun saat konsentrasi terganggu.

Kedua, potensi bahaya yang bersumber dari kendaraan yang digunakan. Hal ini sering terjadi karena kurangnya kesadaran pemilik kendaraan untuk secara rutin melakukan perawatan kendaraan pada bagian-bagian yang krusial untuk keselamatan berkendara, misalnya sistem pengereman.

"Banyak kendaraan yang dimodifikasi tidak sesuai dengan peraturan berkendara sehingga sangat bahaya bagi bikers, seperti penggunaan ban kecil. Maka, alangkah baiknya dalam memodifikasi kendaraan untuk tetap memperhatikan unsur-unsur keselamatan dan juga kenyamanan saat berkendara," ujar Lucky.

Ketiga, potensi bahaya dari lingkungan seperti kondisi jalan yang tidak diketahui oleh pengendara, kondisi cuaca seperti kabut yang sering turun di daerah pegunungan, ataupun kondisi hujan yang menjadikan jalanan lebih licin.

Untuk mengatasi potensi bahaya tersebut, pemotor dapat meningkatkan kemampuan prediksi bahaya dan menguatkan teknik berkendara. Caranya, misalnya dengan belajar dari pengalaman diri sendiri dengan menambah jam terbang di berbagai kondisi jalan. Kedua, dapat juga belajar dari pengalaman orang lain dengan membaca atau mengikuti komunitas sepeda motor sebagai wadah dalam berbagi pengalaman berkendara. Ketiga, dapat belajar dari alat simulator berkendara sepeda motor seperti Honda Riding Trainer.

Astra Honda Motor Safety Riding and Training Center (AHMSRTC)Simulator sepeda motor. Foto: Dok. AHM

"Para bikers dapat mengikuti kelas Safety Riding ataupun menggunakan alat simulator berkendara seperti Honda Riding Trainer yang dapat meningkatkan kemampuan prediksi bahaya di jalan serta meningkatkan kemampuan analisa kondisi jalan," tutup Lucky.



Simak Video "Pentingnya Keselamatan Berkendara Bagi Rifat Sungkar dan Nirina Zubir"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)