Senin, 14 Okt 2019 18:09 WIB

Biar Nyaman, Konvoi Motor Jangan Banyak-banyak

Ridwan Arifin - detikOto
Touring motor. Foto: Astra Honda Motor Touring motor. Foto: Astra Honda Motor
Jakarta - Touring bersama rombongan menjadi pilihan bikers untuk mengisi waktu liburan sembari menyambung tali silaturahmi. Ada cara agar touring bisa berlangsung dengan nyaman, khususnya dengan pengguna jalan lain.

Seperti yang diungkapkan Instruktur Rifat Drive Lab, Andry Berlianto bahwa untuk satu rombongan konvoi disarankan tidak banyak-banyak agar kenyamanan tidak terganggu.

"Akan aman (direkomendasikan) untuk per 10 motor saja untuk bisa mengikuti flow lalu lintas yang ada, plus menikmati perjalanan," ujar Andry kepada detikcom, Senin (14/10/2019).



Pun demikian bila konvoi dalam kelompok besar disarankan menggunakan pengawalan kepolisian.

"Konvoi-konvoi besar ada baiknya juga dalam pegawalan petugas resmi dari kepolisian," ujar Andry.

Apalagi saat konvoi ada yang meminta prioritas tanpa dikawal oleh polisi, itu tidak dibenarkan. Seperti yang diungkapkan Instruktur dan Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu beberapa waktu yang lalu.



"Jadi kalau kita tidak dikawal Polisi, dan Polisi tidak melakukan diskresi terkait dengan rekayasa lalu lintas, maka kita tidak bisa membuat rekayasa itu," ujar Jusri.

Ada beberapa syarat dan tata krama yang perlu dijalankan agar seluruh pengguna jalan merasa aman dan nyaman, khususnya terhindar dari sikap arogansi di jalan.

"Pertama, ada briefing ketentuan konvoi, yang kedua harus ada officer supaya seluruh peserta tahu. Kemudian ada aturan-aturan spesifik ketika saat konvoi, tidak arogansi, tidak ada eksklusivitas dan tidak ada saling balap-membalap," kata Jusri .

Simak Video "Kahitna Bikin Baper Penonton di Festival Toyota Sebangsa Semarang"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/rgr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com