Sabtu, 06 Jul 2019 12:17 WIB

Cara Memberikan Napas Buatan pada Korban Kecelakaan

Rizki Pratama - detikOto
Ilustrasi CPR Foto: iStock Ilustrasi CPR Foto: iStock
Jakarta - Memberikan napas buatan merupakan salah satu langkah pertolongan pertama pada korban kecelakaan lalu lintas. Namun sebelum melakukannya ada banyak hal yang perlu diketahui.

Pertama adalah anda harus tahu apakah korban kecelakaan benar-benar membutuhkan napas buatan. Napas buatan hanya boleh dilakukan kepada 3 kriteria korban kecelakaan.

"Ada alasan khusus kapan melakukan CPR (Cardio Pulmonary Resuscitation), pada saat korban tidak ada napas dan nadi atau korban tenggelam atau korban jantung. Selain 3 korban itu tidak boleh melakukan CPR," Instruktur dari Sarana Gemilang Nusaindo (SGN), M. Hendra Fauzan saat memberikan materi pertolongan pertama pada mitra pengemudi Grab di Jakarta beberapa waktu lalu.



Untuk mengetahuinya anda dapat melakukan pengecekan nadi di bagian tangan dan leher serta pergerakan napas di dada. "Cara mengetahui cek napas dan nadi pastikan melihat pergerakan di bagian dada, cek di leher atau di pergelangan tangan untuk denyut nadinya," lanjut Fauzan.

Setelah itu anda yakin tidak ada denyut nadi dan napas saatnya anda melakukan tahap CPR. Mulailah pertama dengan menekan dada. Cara menekan dada ini berbeda untuk setiap umurnya. Untuk bayi gunakan 2 jari saja, untuk anak usia 1-8 tahun gunakan satu tangan sedangkan 8 tahun ke atas gunakan dua tangan.

"Posisi penekanan setiap umur berbeda. Untuk bayi hanya dua jari terkuat. Untuk 1-8 tahun gunakan satu tangan. Di atas 8 tahun menggunakan dua tangan. Posisi letaknya lurus di dua puting susu atau ujung ulu hati," terang Fauzan.



Setelah melakukan penekanan jika korban belum memberikan respons anda barulah boleh memberikan napas buatan. Sebelum memberikan pastikan orang sekitar telah mengizinkan karena bisa jadi ada masyarakat sekitar yang terintimidasi oleh tindakan CPR. Selain itu pastikan juga apakah ada orang lain yang lebih profesional.

"Buka mulut dengan menutup hidung korban dan menarik dagu ke bawah. Mata melihat ke dada dan tiuplah sebanyak dua kali tidak boleh lebih. Periksa kembali apakah korban sudah memberikan respons, jika belum melakukan nafas buatan lagi sebanyak 2 tiupan lagi," papar Fauzan.

Fauzan juga menegaskan CPR itu membutuhkan tenaga, keterampilan, dan mental. Keempat elemen ini harus dimiliki, jika anda tidak siap lebih baik hubungi orang lain yang lebih profesional.

Cara Memberikan Napas Buatan pada Korban KecelakaanFoto: Dok. detikHealth


(rip/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com