Jumat, 21 Jun 2019 10:11 WIB

Menghindari Risiko Kecelakaan Saat Tunggangi Moge

Rizki Pratama - detikOto
Safety riding dengan moge. Foto: Rangga Rahadiansyah Safety riding dengan moge. Foto: Rangga Rahadiansyah
Jakarta - Motor-motor bermesin besar atau motor gede (moge) selain memiliki tenaga yang besar juga memiliki bobot yang lebih berat. Bobot kendaraan yang berlebih ini tak jarang menjadi salah satu penyebab kecelakaan tunggal saat menungganginya hingga berakibat fatal.

Seperti halnya kemalangan yang dialami oleh putra Ketua Mahkamah Agung (MA) Hatta Ali, yakni Mohamad Irfan bin HM Hatta Ali. Irfan mengalami kecelakaan tunggal saat mengendarai motor adventure BMW R 1200 GS yang beratnya mencapai 244 kg.

Patah tulang leher disebut sebagai penyebab Irfan mengembuskan nafas terakhirnya dalam perjalan touring tersebut. Instruktur RDL, Andry Berlianto, pun mengingatkan pengendara moge lain agar lebih hati-hati supaya kecelakaan seperti ini tidak terulang. Hal utama yang perlu diketahui tentu adalah tentang spesifikasi moge yang hendak dinaiki.



"Kenali lebih dalam spek kendaraan mulai dari dimensi panjang dan lebar, bobot (bobot kosong hingga bobot full loaded), tenaga yang dihasilkan hingga transmisi yang berpengaruh pada sistem kecepatan," kata Andry saat dihubungi detikcom.

Tentunya untuk moge yang banyak disematkan berbagai mode berkendara perlu dipahami satu per satu fungsinya agar dapat mengurangi risiko kecelakaan.

"Pahami juga hal-hal berbau kelistrikan atau sistem yang mengendalikan motor. Biasanya motor modern atau moge sudah punya beberapa pilihan mode berkendara," lanjut Andry.



Setelah memahami kemampuan moge tentunya latihan khusus diperlukan agar siap menghadapi situasi darurat. Untuk tingkat keamanan lakukan latihan di tempat yang aman dengan berbagai tingkat kecepatan aman. Satu hal yang tak boleh dilupakan adalah perlengkapan safety saat berkendara mulai dari ujung kaki sampai ujung kepala.

"Latihan untuk menaklukkan kendaraan besar baik dalam situasi normal hingga darurat. Lakukan baik di kecepatan rendah hingga menengah dan lakukan di tempat tertutup. Paham bahaya dan risiko serta amukan mesin bersilinder besar karena pengendaliannya akan jelas berbeda penanganan dengan motor kecil. Safety gear wajib," pungkas Andry. (rip/rgr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed