Jumat, 21 Sep 2018 15:28 WIB

Cara Bikin Vespa Vietnam Jadi Vespa Rasa Italia

Luthfi Anshori - detikOto
Motor Vespa di Scooter VIP Foto: Luthfi Anshori Motor Vespa di Scooter VIP Foto: Luthfi Anshori
Bekasi - Mendengar kata Vespa, pikiran kita pasti langsung tertuju ke negeri pizza Italia. Pasalnya skuter ikonik tersebut memang berasal dari sana. Tapi itu cerita dulu, sebab seiring berjalan waktu, Piaggio Group, selaku perusahaan induk Vespa, mulai memindahkan basis produksinya ke Asia Tenggara.

Kini beberapa varian Vespa seperti LXV 150, S 150, Sprint, GTS 150, Primavera, LX 125 i-get, dan S 125 i-get sudah diproduksi di Vietnam. Konsekuensinya, tentu harga model-model tersebut jadi jauh lebih murah.



"Meski tetap sama-sama Vespa, ada perbedaan tersendiri ketika membawa Vespa buatan Vietnam dan buatan Italia," kata Dennil Sagita, dari Scooter VIP, saat ngobrol bareng detikOto.

Menurut Dennil, Vespa buatan asli Italia jauh lebih baik. "Terutama dari segi engine dan kualitas bodi ya," terang Dennil.

Tapi tidak dipungkiri, dengan diproduksinya Vespa di Vietnam, harganya jadi jauh lebih murah. Contoh seperti varian LX 125 i-get dan S 125 i-get, harganya dibanderol antara Rp 29 jutaan sampai Rp 31 jutaan.



"Dengan harga terjangkau tersebut itulah kemudian beberapa konsumen Vespa berusaha menyiasatinya supaya Vespa-nya tetap bercita rasa Italia. Jadi mereka biasanya langsung ganti part aftermarket Vespa asal Italia seperti merek Polini dan Malossi," terang Dennil.

Part aftermarket tersebut mulai dari sistem transmisi seperti variator, roller, rumah roller, kopling, sampai blok mesin. "Dengan mengganti part bawaan Vespa dengan komponen aftermarket tersebut, Vespa mereka jadi punya rasa Italia, meski engine dibuat di Asia," pungkasnya. (ddn/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed