Jumat, 14 Sep 2018 10:01 WIB

Kapan Seharusnya Busi Motor Diganti?

Luthfi Anshori - detikOto
Busi NGK. Foto: Rangga Rahadiansyah Busi NGK. Foto: Rangga Rahadiansyah
Jakarta - Busi adalah salah satu komponen utama pada mesin motor. Meski bentuknya kecil, busi punya peran vital untuk memicu terjadinya proses pembakaran di ruang mesin, sehingga piston bisa berkerja.

Untuk menjaga performa mesin tetap andal, busi motor harus diganti setiap interval pemakaian tertentu. Sebagai contoh, menurut buku panduan servis Yamaha, busi harus diganti tiap pemakaian 7.000 km-13.000 km.



Berbeda dengan pabrikan motor, pabrikan busi seperti NGK, justru menganjurkan penggantian busi yang lebih cepat.

"NGK merekomendasikan penggantian busi motor lebih cepat. Antara 3.000 km sampai 6.000 km sekali," kata Diko Oktaviano, Technical Support PT Busi NGK Indonesia, kepada detikOto.

Seiring pemakaian, busi akan bertambah keausan di ujung elektrodanya. "Busi yang lama dipakai, daya hantar listriknya akan meningkat, dan berpengaruh pada kondisi elektroda," tambah Diko.



Selain merujuk masa pemakaian, menentukan kapan seharusnya busi diganti juga bisa dipantau dari kondisi elektrodanya.

"Busi harus diganti jika bentuk elektroda sudah bulat dan keausan elektroda tidak merata," terang Diko.

Mengganti busi motor secara teratur bisa menimbulkan dampak positif untuk mesin. "Speed dan akselerasi motor tetap terjaga performanya. Konsumsi bensin pun lebih efisien dan bisa mencegah polusi akibat pembakaran tidak sempurna," pungkas Diko. (rgr/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed