Herry Wahyudi, trainer Rifat Drive Labs mengungkapkan salah satu informasi yang kurang ke pengendara adalah fungsi dari lampu sebagai salah satu alat komunikasi kepada pengendara lainnya. Hal tersebut terlihat masih banyak para pemotor yang menempelkan jari di tuas rem motor.
"Dikendaraan, lampu adalah salah satu alat komunikasi, semuanya memiliki maksud dan arti tersendiri. Lampu sein warnanya kuning artinya adalah peringatan, sedangkan lampu rem atau lampu belakang yang berwarna merah artinya bahaya karena ada perlambatan," katanya di Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikesempatan tersebut, ia memohon kepada pengendara agar mengurangi kebiasaan tersebut. Karena ditakutkan hal itu malah akan membahayakan diri sendiri dan juga orang lain.
"Jangan gara-gara jari menempel saja lampu rem nya terus menyala. Sehingga, yang dibelakang bingung menentukan laju karena tidak jelas," kata Herry.
"Selain itu juga kalau tangan terus menempel di tuas rem takutnya ada gerakan reflek yang mengakibatkan motor slip dan jatuh. Misalkan sedang bengong atau tiba-tiba fokus mengendara hilang, lalu seketika ia melihat seperti lobang, otomatis dalam alam bawah sadarnya dia bakal mencet (tekan-Red) rem karena sudah disentuh. Bahaya kan? Tapi kalau untuk siaga (jari berada di tuas rem) boleh saja asal gak sering," tutupnya. (ruk/lth)











































Komentar Terbanyak
Penjelasan Polisi soal Alphard yang Terobos Zebra Cross di HI Nunggak Pajak
Wujud Mobil Keciduk Isi BBM Subsidi Berulang dalam Sehari, Pakai QR Code Beda-beda
Pernyataan BYD Soal Seal Terbakar di Cikampek