Jumat, 23 Feb 2018 16:29 WIB

Kepleset dari Motor, Lemesin Aja

Ruly Kurniawan - detikOto
Pemotor Jatuh di Pantura. Foto: Robby Bernardi/detikcom Pemotor Jatuh di Pantura. Foto: Robby Bernardi/detikcom
Jakarta - Berbeda dengan mobil, sepeda motor memiliki tingkat risiko cedera yang lebih tinggi. Untuk mengurangi dampak tersebut, para pemotor tentu harus mengetahui trik berkendara khususnya ketika ingin terjatuh.

Pebalap motor Indonesia, Doni Tata Pradita menyarankan agar para pemotor jangan melawan atau menahan motornya apabila ia terpeleset. Soalnya, bila menahan berat sepeda motor maka kemungkinan cedera parah akan terbuka lebar.



"Kalau motor mau jatuh, badan kita diusahakan jangan menahannya. Sebisa mungkin kita lepaskan saja, ikuti arusnya mau jatuh ke mana," katanya kepada wartawan di Gedung Pusat PT Pertamina (Persero), Jakarta.

"Ketika kita menahan, itu akan menyebabkan cedera tulang dan lainnya. Tingkat risiko cederanya lebih tinggi daripada melepaskannya," lanjut Doni.



Yang patut dicatat, kondisi tersebut harus dalam keadaan siaga ya, Otolovers. Dalam artian, segala perlengkapan berkendara telah dikenakan mulai dari sepatu, jaket, sampai helm dan sarung tangan.

"Selalu gunakan perlengkapan berkendara, jangan sampai ada yang absen. Lalu saat kepleset dari motor, jangan menahan bobot tubuh. Ikuti saja arusnya ke mana," tutup Doni. (ruk/rgr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed