Kepala Mekanik Astra Motor Jakarta, Eko Eddy Saputro mengatakan, ada tiga cara untuk menangani apabila tangki mengalami kebocoran, yaitu diganti tangkinya, dilem, atau bisa juga dilas.
"Tapi kalau dilas kita serahkan kepada konsumen. Kalau sudah dilas baru dibawa kemari," katanya saat Saat ditemui detikOto, di Bengkel Astra Motor, Dewi Sartika, Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk cara pengelasan, dikatakan Eko, bisa lebih tahan lama agar tangki tidak cepat bocor lagi, namun jika dilakukan secara menyeluruh tidak setengah-setengah.
"Kalau pengelasannya bocor sebelah kiri, dilasnya di situ doang, nanti suatu saat kalau dia ga rutin nguras tengki, bensinya sering kosong, akan timbul diposisi lain (bocornya). Jadi mendingan kalau harus dirapihin (dilas) ya keseluruhan," tuturnya.
Sedangkan jika harus mengganti tangki bensin yang baru, konsumen harus menyiapkan dana yang lumayan besar, khususnya tangki untuk jenis motor sport.
"Tergantung jenis motor. Kalau sekarang untuk CB di atas Rp 1 juta, belum termasuk pernis, dan warnanya masih polos, belum sama sticker," ucap Eko.
"Kalau rangenya Rp 1,5 - Rp 2 jutaan, kalau sudah mau ada stickernya, sudah dipernis," tambahnya.
Biaya sticker dikatakan Eko juga cukup mahal, karena harga dihitung per baris. "Hitungan-nya sederet, 1 deret aja kurang lebih Rp 100 ribu, hitungannya kanan sendiri, kiri sendiri," ungkapnya.
Sedangkan untuk jenis motor matik dan bebek, berkisar Rp 400 ribuan. "Jauh lebih murah karena hanya cuma beli tangki-nya saja," kata Eko.
Dengan harga yang lumayan menguras kantong, Eko menyarankan agar para konsumen melakukan rutinitas umum, untuk mencegah terjadinya kebocoran pada tangki. "Kuras (bensin) aja, Rp 30.000 setiap 6 bulan. Atau kalau sudah merasa motornya brebet gitu lah," pungkasnya.
(khi/ddn)












































Komentar Terbanyak
Merasa Jago Nyetir? Buktikan di Kuis Ujian 'SIM' DetikOto, Ada Hadiahnya!
Heboh Pajak Mobil-motor di Jateng Tiba-tiba Naik Drastis, Begini Penjelasannya
Intip Garasi Gubernur Terkaya di RI yang Hartanya Tembus Rp 900 Miliar