Team Leader dari Eastcapade Adi Aghoy berbagi pengalamannya dalam menjalani rute-rute keras di Indonesia.
Persiapan menempuh jalur ekstrem terbagi atas persiapas teknis dan non teknis, persiapan teknis di antaranya tentu saja motor dan alat-alat untuk preparasi, motor yang akan digunakan mesti dalam kedaan sehat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan non teknisnya adalah mempersiapkan mental dan spiritual, mental dan spiritual akan menjadi sangat penting untu keamana berkendara di jalur ekstrem.
Menurut Adi ada empat kategori jalur itu bisa disebeut ekstrem, mulai dari jarak tempuh, durasi perjalanan, kondisi jalan serta berkaitan dengan si pengendara itu sendiri.
"Durasi perjalanan yang memakan waktu sampai berhari-hari bisa dikatakan termasuk ekstrem, kemudian kondisi jalan, ada kondisi jalan yang rusak, sangat rusak dan bahan jalan yang tidak bisa dilewati. Dan yang terakhir berkaitan dengan pengendara itu sendiri, contohnya bila si pengendara sudah memakai peralatan lengkap berkendara tapi jika dia tidak memakai baju itu termasuk ekstrem," ujarnya
Saat berkendara di jalur ekstrem, yang harus diperhatikan adalah faktor kemanan (safety), kemudian skill berkendara dari si pengemudi.
"Bila merasa skill dalam berkendara anda biasa-biasa saja atau mungkin termasuk dalam kategori baru bisa berkendara, jangan sekali-kali berani untuk menempuh perjalanan jalur ekstrem karena itu akan sangat berbahaya, latih terus skill berkendara anda dengan orang-orang atau kerabat yang sudah berpengalaman. dan faktor spiritual yang kuat harus ditanamkan karena faktor spiritual itu sekali lagi seperti yang saya sudah jelaskan itu snagat penting, Serta yang terakhir adalah hasil, hasil apa kita dapatkan, yang dapat kita bawa, dapat kita bagikan kepada khalayak," jelas Adi.
(ddn/ddn)










































