Alat komunikasi pada kendaraan berupa lampu-lampu dan klakson. Kesemua itu bisa menyadarkan pengguna jalan lain akan adanya kendaraan Anda di sekitar mereka.
Instruktur Defensive Driving dari Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Boy Falatehansyah mengatakan, jalanan adalah medan tempur yang sewaktu-waktu ada bahaya mengancam dari mana saja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ilmu defensive driving memberikan kita referensi bagaimana menyikapi bahaya dan risiko yang kita hadapi setiap hari. Sering sekali kita temukan sepeda motor yang tidak dilengkapi dengan alat komunikasi dengan baik seperti headlamp (lampu depan), sein, lampu belakang dan lampu remnya mati bahkan klakson pun mati. Ini merupakan contoh di mana pengendaranya tidak memiliki ilmu defensive atau tidak mempunyai tingkat kewaspadaan terhadap bahaya dan risiko," kata Boy kepada detikOto.
Bayangkan, lanjut Boy, jalan raya digunakan oleh banyak manusia. Banyak sifat manusia yang kerap menimbulkan bahaya. Tak sedikit pengguna jalan yang sulit diajak berkomunikasi dengan baik.
"Dari anak kecil di bawah umur yang tingkat emosi dan kewaspadaannya masih minim di mana mereka sering ugal-ugalan, lalu orang yang sudah berumur di mana penglihatan dan pendengarannya sudah menurun, lalu orang-orang yang mengendarai kendaraan dengan distraksi yaitu menggunakan HP, mengonsumsi alkohol, ataupun orang yang sedang stres. Para pengguna jalan ataupun pengendara yang saya sebut barusan merupakan orang-orang yang sulit diajak berkomunikasi dengan baik," ujar Boy.
Hal itu, kata Boy, memberikan kita rujukan bahwa berkomunikasi dengan pengguna jalan raya merupakan hal yang sulit dilakukan. Bahkan dengan lengkapnya alat komunikasi kendaraan kita seperti lampu rem, sein, lampu depan dan klakson.
"Bayangkan apabila salah satu alat komunikasi kita tidak berfungsi dengan baik, lantas bagaimana kita bisa memberikan tanda-tanda seperti kita mengerem, mau berbelok, atau bahkan memberikan sinyal akan keberadaan kendaraan kita di jalan raya?" katanya.
(rgr/ddn)












































Komentar Terbanyak
Pabrik di RI Bisa Produksi 400 Ribu Pick Up, Nggak Perlu Impor untuk Kopdes
Biar Dapet Rp 10 Juta/Bulan, Ojol Harus Ambil Berapa Orderan?
Perpanjang STNK Tahunan dan 5 Tahunan, Duitnya Buat Apa?