Pebalap nasional yang kini ditunjuk sebagai duta safety driving Indonesia, Rifat Sungkar memang tidak menyarankan untuk mudik menggunakan sepeda motor. Sebab, saat mudik, pemotor selalu dikejar waktu sehingga fisik akan dipaksakan dan meningkatkan risiko.
"It's all about time management. Lu 800 km satu hari gila, dua hari masih gila," kata Rifat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau mobil bisa jalan 8 jam nonstop dan tetap disaranin berhenti 3 jam sekali. Tapi kalau motor, motor itu bukan semata-mata lu ada di situ, tapi fisik dan pikiran lu akan lebih terkuras," tegas Rifat.
Selain waktu, pemudik kerap harus membawa banyak barang bawaan. Hal itu, kata Rifat, bisa memengaruhi tingkat handling dari motor itu.
"Semakin berat kendaraan dan semakin tinggi tumpukan barang bawaan pasti handling akan semakin kacau. Karena titik beratnya ada di belakang," jelasnya.
Jadi, jangan samakan mudik menggunakan sepeda motor seperti sedang touring. Sebab, ada tiga perbedaan antara mudik menggunakan sepeda motor dengan touring.
"Waktu, barang sama tujuan yang tidak selalu bersamaan, itu bedanya dengan touring. Kalau mudik tujuannya selalu bersama. Sekali berangkat jutaan motor. Dan sekali jalan lewatin jalan yang sama, Lu touring sebanyak-banyaknya paling 200 motor. Mudik ini sejuta lebih," ucap Rifat.
(rgr/ddn)












































Komentar Terbanyak
Asosiasi Ungkap Biang Kerok 'Krisis Ojol' di Jakarta: Biaya Aplikasi Dipotong Gede!
Katanya Dikembalikan, Gubernur Kaltim Kok Pakai Range Rover Berpelat KT 1?
Provinsi Ini Bolehkan ASN Mudik Pakai Mobil Dinas, Asalkan Bukan buat Pamer