Ada Potensi Badai dan Banjir Besok, Ini Batas Aman Mobil Terobos Genangan Air

ADVERTISEMENT

Ada Potensi Badai dan Banjir Besok, Ini Batas Aman Mobil Terobos Genangan Air

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Selasa, 27 Des 2022 16:06 WIB
Mobil mogok ditengah banjir di Bawah Kolong Tol JORR Kalimalang, Kota Bekasi, Jawa Barat, Selasa (25/2/2020). Jalan Drainase yang buruk dan hujan deras yang terus mengguyur wilayah Kota Bekasi dan sekitarnya, mengakibatkan banjir dan menyulitkan akses warga bekasi menuju Jakarta maupun sebaliknya .
Waspada banjir besar, pengendara tidak disarankan untuk menerobos banjir yang terlalu tinggi (Foto: Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi akan terjadi hujan ekstrem sampai dengan 1 Januari 2023. Bahkan, ada potensi banjir besar di kawasan Jabodetabek.

Hal itu disampaikan oleh Peneliti Klimatologi, pada Pusat Riset Iklim, dan Atmosfir, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Erma Yulihastin. Dia menyebut, ada potensi banjir besar dan hujan ekstrem serta badai dahsyat.

"Potensi banjir besar Jabodetabek. Siapapun anda yang tinggal di Jabodetabek, dan khususnya Tangerang atau Banten, mohon bersiap dengan hujan ekstrem dan badai dahsyat pada 28 Desember 2022," kata Erma dalam unggahannya di Twitter, seperti dilihat detikcom, Selasa (27/12/2022).

Saat jalanan dilanda banjir, pengendara tidak disarankan asal menerobos genangan. Menerobos banjir bukan cuma membahayakan keselamatan, tindakan menerobos genangan air itu juga bisa merusak kendaraan. Kalau mobil terendam banjir yang tinggi, risikonya air bisa masuk ke ruang bakar. Jika air masuk ruang bakar, mesin bisa jebol karena mengalami water hammer. Tentunya perbaikannya tidak murah dan tidak sebentar.

Praktisi keselamatan berkendara dari Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana, tidak menyarankan mobil menerobos banjir. Namun, jika terpaksa, batas aman menerobos genangan air adalah tidak lebih dari setengah ban.

"Lebih baik berhenti dan melihat kondisi genangan di depan untuk titik patokan kemampuan mobil menerabas dengan aman. Lihat roda kendaraan yang ada di depan, ketinggian genangannya maksimal 1/2 ban. Jika aman segera melintas," kata Sony belum lama ini.

Jika lebih tinggi dari setengah ban, ada risiko gelombang air yang berpotensi terhisap air intake. Selain itu, bahaya lainnya juga mengintai jika banjir terlalu dalam.

"Yang banyak juga terjadi roda masuk lubang entah got, selokan dan lain-lain, kena benda-benda tajam yang terbawa arus sehingga menghambat putaran roda atau merusak bodi, binatang-binatang melata yang berbahaya, mobil terbawa arus kalau genangan sudah tinggi," ucap Sony.

Namun sebelum nekat menerobos banjir, pastikan kamu punya plan B atau rencana lain sebagai alternatif perjalanan. Atau, kalau mau aman lebih baik tunda perjalanan terlebih dahulu.

"Mending mampir ke cafe, santai-santai sambil tunggu kondisi kondusif daripada bermacet-macet ria menerobos banjir," ucapnya.



Simak Video "Cara Kerja Metode Cloud Seeding dalam Teknologi Modifikasi Cuaca"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT