Jangan Sampai Salah Tuang! Ini Jenis-jenis Oli di Mobil

ADVERTISEMENT

Jangan Sampai Salah Tuang! Ini Jenis-jenis Oli di Mobil

Luthfi Anshori - detikOto
Sabtu, 10 Des 2022 13:42 WIB
Oli mesin pada mobil
Mengenal jenis-jenis oli di mobil. Foto: Dok. Daihatsu
Jakarta -

Oli atau pelumas merupakan komponen penting di mobil. Pelumas umumnya berfungsi untuk mengurangi gesekan atau friksi antar komponen. Selain itu, juga berfungsi buat mendinginkan mesin. Di mobil, terdapat beberapa jenis pelumas sesuai penggunaannya.

Seperti dijelaskan Auto2000 dalam keterangan resminya, setidaknya ada 5 jenis pelumas. Berikut penjelasannya:

1. Oli Mesin

Dilihat dari penggunaannya berdasarkan dari mesin yang digunakan, oli ini terbagi dua yaitu oli mesin bensin dan oli mesin diesel. Kemudian oli genuine tersebut juga terbagi lagi, untuk tutup botol biru untuk oli sintetik, hijau full sintetik, dan gold full sintetik.

Auto2000 menyarankan pemilik untuk melakukan penggantian setiap 6 bulan sekali, agar mesin mobil dapat bekerja prima. Oli mesin yang kurang membuat komponen mesin tidak mendapatkan pelumasan optimal. Dalam jangka panjang sangat merugikan, seperti risiko turun mesin akibat komponen mesin yang saling bergesekan makin cepat aus dan macet. Kamu wajib mengecek oli mesin secara rutin untuk memastikannya tidak kurang dan dalam kondisi prima.

2. Oli Transmisi

Sesuai dengan namanya, oli ini akan berfungsi melumasi bagian komponen dari transmisi. Oli transmisi terbagi menjadi 2 jenis, yaitu oli transmisi manual dan transmisi matic. Untuk manual, sebaiknya dilakukan penggantian 40.000 km. Sementara untuk oli transmisi matic, jadwal penggantiannya disesuaikan dengan buku pedoman pemilik dan buku service.

3. Oli Differential (Gardan)

Oli ini diberikan untuk mobil dengan penggerak belakang, dan dilakukan penggantian 40.000 km. Efeknya bila oli ini tak dilakukan penggantian secara teratur, maka pelumasan di area tersebut akan menjadi berkurang, dan cepat aus.

4. Minyak Rem

Ini merupakan bagian dari safety-item yang harus rajin dilakukan perawatan, jangan sampai terlewat. Rekomendasinya dilakukan penggantian atau dikuras setiap 40.000 km. Dampak dari telat melakukan penggantian minyak rem, akan terjadi pengurangan kualitas minyak rem, dan kinerja rem jadi berkurang.

5. Oli Power Steering

Terakhir ada oli power steering, biasanya diganti ketika ada keluhan setir berat pada kendaraan, atau ada kebocoran oli pada power steering. Oli ini umumnya digunakan pada kendaraan yang menggunakan tipe fluida. Biasanya penggantian oli dilakukan pada 40.000 km, atau untuk mobil yang jarang digunakan selama 2 tahun, mana yang tercapai lebih dahulu.



Simak Video "Kapan Sebaiknya Motor Ganti Oli?"
[Gambas:Video 20detik]
(lua/lth)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT