Mau Beli Mobil Bekas? Jangan Pakai Patokan Kilometer

ADVERTISEMENT

Mau Beli Mobil Bekas? Jangan Pakai Patokan Kilometer

Luthfi Anshori - detikOto
Selasa, 18 Okt 2022 19:49 WIB
Mau beli mobil bekas? patokannya jangan kilometer
Foto: Dok. Otospector. Mau beli mobil bekas? patokannya jangan kilometer.
Jakarta -

Mobil bekas bisa menjadi pilihan menarik bagi konsumen yang memiliki anggaran terbatas. Tapi dalam prosesnya, jangan sampai ketika beli mobil bekas malah merugikan di kemudian hari. Berikut beberapa tips bagi konsumen yang ingin meminang mobil bekas.

"Langkah pertama sebaiknya fokus pada kondisi mobil, jangan berpatokan pada angka kilometer. Mobil dengan angka kilometer rendah tapi tidak dirawat dengan baik akan lebih rentan bermasalah, ketimbang angka kilometer tinggi tetapi dirawat dengan baik," ungkap Founder dan CEO Otospector, Jeffrey Andika, dalam keterangan resminya.

Selanjutnya, setelah melakukan transaksi dan mobil kesayangan sudah di tangan, sebaiknya segera lakukan servis dan minimal penggantian oli. Apalagi ketika kita tidak mengetahui track record dari pemilik sebelumnya. Inilah hal preventif yang bisa dilakukan.

Selain itu, usahakan melakukan test drive sebelum membeli. Test drive tidak hanya berfungsi untuk memastikan kondisi mobil, namun bisa dioptimalkan untuk merasakan apakah mobil tersebut cocok dengan karakter dan kebutuhan Anda, baik dari sisi ergonomika hingga fiturnya.

Langkah terakhir, pastikan membeli mobil bekas yang memiliki garansi. Hal ini untuk mencegah biaya perbaikan yang tidak terduga pada kemudian hari, sehingga garansi pada mobil bekas dapat memberikan rasa yang aman dan tenang bagi Anda.

Pasar Mobil Bekas 2022

Perkembangan industri otomotif, terutama segmen pasar mobil bekas di Tanah Air mulai terlihat membaik pada tahun 2022, seiring membaiknya situasi pandemi COVID-19 di Indonesia. Perekonomian yang semakin pulih ini berimbas terhadap permintaan konsumen terhadap mobil bekas yang juga mulai meningkat.

Jeffrey menambahkan, potensi market mobil bekas masih sangat besar. Di Indonesia saat ini memiliki segmen 'aspiring middle class' atau 'menuju kelas menengah' sekitar 44% dari total sekitar 270 juta penduduk di Indonesia.

"Saat terjadi kenaikan ke kelas menengah, biasanya terjadi transisi moda transportasi dari sepeda motor ke mobil. Kebanyakan orang Indonesia memulai kenaikan kelas ini dengan langkah membeli mobil bekas," bilang Jeffrey.

Atas dasar itu, Otospector yang merupakan pionir platform layanan inspeksi dan garansi mobil bekas di Indonesia berkolaborasi bersama Bursa Otomotif Jakarta (BOJ) dan showroom Anugerah Motor Garage (AMG) selaku dealer rekanan Otospector, memberikan edukasi ke konsumen pentingnya memilih mobil bekas bergaransi.

"Alasannya karena kita tidak pernah tahu riwayat pemakaian mobil bekas dari pemilik sebelumnya seperti apa. Meski sudah dicek detail sebelum membeli, tetapi banyak komponen internal mesin yang tidak mungkin dibongkar pada saat pengecekan," tambah Jeffrey.

Pada tahun pertama, Otospector hanya menawarkan satu layanan yaitu inspeksi mobil bekas. Seiring perkembangan usaha dan permintaan konsumen, akhirnya layanan garansi mobil bekas disuguhkan pada tahun 2018.

Saat ini ada 4 program garansi Otospector:

1. Paket Garansi Silver - paket garansi jangka waktu 30 hari
2. Paket Garansi Gold - paket garansi jangka waktu 90 hari
3. Paket Garansi Gold Plus - paket garansi jangka waktu 1 tahun
4. Paket Garansi Platinum - paket garansi jangka waktu 1 tahun

Paket garansi tersebut menjamin perbaikan mesin dan transmisi mobil. Makin lama garansinya, makin lengkap komponen yang dijamin. Garansi 1 bulan dengan total klaim Rp 5 juta, sementara garansi jangan waktu 1 tahun, total klaim mencapai Rp 50 juta.

Simak juga Video: Kalau Bensin Naik, Pilih Mobil Bekas atau Baru

[Gambas:Video 20detik]




(lua/lth)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT