ADVERTISEMENT

Ada Bus di Belakang, Pengendara Lebih Baik Kasih Jalan atau Tancap Gas?

Septian Farhan Nurhuda - detikOto
Selasa, 13 Sep 2022 09:33 WIB
Kecelakaan truk di Wonosobo, Selasa (31/7/2018).
Foto kecelakaan truk (Foto: Dok Polres Wonosobo)
Jakarta -

Sabtu kemarin, publik digegerkan kasus kecelakaan di Wonosobo, Jawa Tengah yang melibatkan bus pariwisata dengan nomor polisi N 7994 US. Kendaraan besar tersebut menabrak empat mobil lain di depannya hingga mengakibatkan enam orang tewas dan dua luka-luka.

Menurut keterangan polisi, bus tersebut pertama-tama menabrak mobil pikap sebelum akhirnya secara beruntun menabrak kendaraan-kendaraan lain di depannya.

Sebagai catatan, kasus bus menabrak kendaraan lain di jalan raya sudah sering kali terjadi di Indonesia. Biasanya, penyebabnya ada dua, yakni rem blong dan sopir yang kurang konsentrasi.

Timbul satu pertanyaan, saat berkendara di depan bus, apa yang sebaiknya kita lakukan? Memberinya ruang jalan atau justru tancap gas dan menjauh?

Kecelakaan bus pariwisata tabrak empat kendaraan di turunan Pasar Kertek, Wonosobo, menewaskan enam orang, Sabtu (10/9/2022) dini hari.Kecelakaan bus pariwisata tabrak empat kendaraan di turunan Pasar Kertek, Wonosobo, menewaskan enam orang, Sabtu (10/9/2022) dini hari. Foto: Uje Hartono/detikJateng

Director Training Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana mengatakan, secara umum berkendara di depan bus sebenarnya tak aman. Itulah mengapa, kata dia, tancap gas atau memberinya ruang jalan sama-sama benar.

"Hindari berkendara di depan bus, kalau terpaksa kurangi saja kecepatan kendaraan untuk memberinya jalan atau tancap gas untuk menjauh," ujar Sony kepada detikOto, Senin 12 September 2022.

Saat ditanya mengenai radius aman berkendara di dekat bus, Sony tak bisa mengurainya lebih detail. Namun, agar tetap aman, usahakan jaraknya cukup jauh.

"Untuk batasan, nggak bisa jadi patokan karena manuvernya sering membahayakan atau seruntulan. Segera posisikan (kendaraan) dengan berjaga jarak," ungkapnya.

Terlepas itu semua, menurut Sony, mengendarai kendaraan di dekat bus sejatinya punya banyak risiko. Jika tak mau jaga jarak, kecelakaan bisa saja terjadi.

"Berkendara di dekat kendaraan besar bahayanya tinggi. Pertama, blindspot-nya besar. Kedua, manuvernya butuh space. Ketiga, rem sering blong. Keempat, mudah oleng. Lalu yang kelima, momentumnya besar, kalau kecelakaan biasanya fatal," kata Sony.



Simak Video "4 Hal yang Sering Jadi Biang Keladi Arus Listrik Mobil Tak Stabil!"
[Gambas:Video 20detik]
(lth/din)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT