Penyebab Maraknya Road Rage seperti Kasus Mobil RFH dan Anak Anggota DPR

Tim detikcom - detikOto
Selasa, 07 Jun 2022 15:46 WIB
Pengemudi pelat RFH pukuli warga di Tol Gatsu (dok. tangkapan layar video)
Pengemudi pelat RFH pukuli warga di Tol Gatsu (Foto: dok. tangkapan layar video)
Jakarta -

Tindakan road rage atau perilaku agresif di jalan kerap terjadi. Ujungnya menimbulkan perkelahian. Baru-baru ini terjadi road rage yang melibatkan pengemudi mobil berpelat mobil Nissan Xtrail bertuliskan B-1146-RFH dan anak dari anggota DPR Indah Kurniawati bernama Justin Fredrick.

Pelat mobil Nissan Xtrail bertuliskan B-1146-RFH yang dikemudikan pemukul Justin Frederick ternyata bodong. Mobil itu dipakai oleh Faisal Marasabessy dan Ketua Pemuda Bravo 5 Ali Fanser Marasabeessy.

Motif pemukulan di jalanan ini karena pelaku marah. Peristiwa yang terjadi sebelumnya memicu pemukulan itu, yakni serempetan mobil.

Praktisi Road Safety & Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) menjelaskan road rage adalah perilaku agresif atau arogan yang ditunjukkan oleh pengendara kepada pengguna jalan lainnya.

"Perilaku ini (road rage) termasuk penghinaan kasar dan verbal, berteriak, ancaman fisik atau perilaku mengemudi berbahaya yang ditargetkan kepada pengemudi lain, pejalan kaki atau pengguna jalan lainnya dalam upaya untuk mengintimidasi atau melepaskan kekesalan atau ketidak sukaannya," kata Jusri dalam keterangannya dikutip, Selasa (7/6/2022).

Jusri membeberkan pemicu pengemudi agresif di antaranya berhubungan dengan kekuasaan seperti pejabat, organisasi masyarakat, instansi hukum, rombongan seperti iring-iringan jenazah, motor fans club, dan sebagainya. Tak hanya itu dimensi kendaraan yang lebih besar, mahal dan mewah juga berpotensi jadi pemicu road rage.

Sementara penyebab dari road rage muncul lahir dari beragam faktor di jalan, utamanya dari kecakapan pengemudi. Yakni, dari tidak mau mengalah dengan kendaraan lain hingga tak mematuhi aturan.

"Kesadaran aturan hukum dan tata tertib berlalu lintas di jalan yang lemah. Kesadaran berbagi (empati) yang lemah. Dan penegakan hukum paska kejadian yang kurang tegas," kata Jusri.

"Kasus-kasus seperti ini banyak mengakibatkan tindak anarkis atau fisik, perusakan namun berakhir dengan tidak berlanjutnya menjadi kasus hukum sama dengan damai dengan pertimbangan restorative justice," ungkap Jusri.

Adapun Jusri membagikan tips untuk menghindari road rage di jalan, sebagai berikut:

1. Sediakan waktu spare untuk setiap perjalanan, sehingga anda tidak dalam tekanan waktu saat mengemudi.
2. Rencakan rute perjalanan, hindari rute-rute macet ataupun spot-spot yang dikenal sebagai area bronx
3. Tertib Berlalu lintas
4. Antisipasi segala kemungkinan terburuk (Jaga Jarak)
5. Mengalah kepada pengguna jalan yg agresif, jika terjadi insiden, kedua belah pihak yg terlibat akan rugi.



Simak Video "Sederet Fakta soal Ribut Pemobil RFH dan Anak Anggota DPR"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/din)