Fortuner Ringsek Kecelakaan di JORR, Aquaplaning Bikin Mobil Tak Terkontrol

Muhammad Hafizh Gemilang - detikOto
Minggu, 24 Apr 2022 14:13 WIB
Kecelakaan Fortuner
Toyota Fortuner dengan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) B 1850 FJF mengalami kecelakaan di Tol JORR KM 53 arah Cikunir pada Minggu (24/4/22) pagi (dok. istimewa)
Jakarta -

Sebuah SUV Toyota Fortuner dengan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) B 1850 FJF mengalami kecelakaan di Tol JORR KM 53 arah Cikunir pada Minggu (24/4/22) pagi.

Dikabarkan oleh detikcom, Toyota Fortuner tersebut tengah melaju kencang dari Tanjung Priok ke Cikunir saat kondisi cuaca hujan. Mobil yang dikendarai oleh sopir berinisial MF (43) ini lalu tak terkontrol dan menabrak truk yang tengah berhenti.

"Menabrak kendaraan truk yang berhenti di bahu jalan dan tidak tercatat identitasnya (kabur). Oleng ke kiri menabrak kendaraan truk yang berhenti di bahu jalan dan tidak tercatat identitasnya (kabur)," kata Kasat PJR Polda Metro Jaya Kompol Sutikno dalam keterangannya, Minggu (24/4/2022).

Selain MF, kecelakaan ini juga mengakibatkan dua orang lain di mobil tersebut menjadi korban luka berat yakni SR (52) dan MS (16).

Dari pernyataan pihak kepolisian, mobil yang dikemudikan MF disebut hilang kendali lantaran melaju saat cuaca sedang hujan deras. Besar kemungkinan insiden kecelakaan ini terjadi akibat mobil terkena aquaplaning.

Dijelaskan oleh Senior Instructor SDCI (Safety Defensive Consultant Indonesia), Sony Susmana, aquaplaning merupakan sebuah fenomena di mana ban mobil kehilangan traksi saat melewati genangan air dalam kecepatan tinggi. Efeknya, mobil serasa melayang di atas air.

Menurut Sony, 70% pengendara yang kecelakaan akibat aquaplanning, terjadi karena pengendara tak dapat mengantisipasinya. Lantas, agar tak menjadi korban kecelakaan akibat aquaplaning ada beberapa saran yang dibeberkan oleh Sony.

"Jalanan tergenang air, ban botak, kecepatan tinggi, agresif di kondisi hujan pasti pengemudi mudah terdampak aquaplaning. Kunci dari keamanan adalah menjaga kecepatan di kala hujan," sarannya.

Dia mengatakan, saat turun hujan kurangi kecepatan setidaknya 10 km/jam dari kondisi normal. Semakin deras hujannya, maka sebaiknya kurangi kecepatan semakin banyak.

"Ketika terjebak aquaplaning tahan kemudi ke arah depan dan tidak melakukan koreksi kemudi kasar yang dapat membuat kendaraan selip. Hindari mengerem di kondisi aquaplaning karena saat ban mendapat gripnya justru dapat membuat mobil hilang kendali. Kurangi kecepatan sebelum terjebak genangan air," imbaunya.

Sony juga menjelaskan, apabila terjadi kondisi selip, Anda dapat coba merasakan kondisi selip terjadi pada roda bagian depan atau roda belakang. Apabila selipnya berasal dari roda depan (understeer) dan mobil mengarah ke kiri atau kanan, segera lawan steer secara halus ke arah tujuan, untuk meminimalisir gejala understeer.

Namun, bila selip terjadi pada roda belakang alias oversteer, segera putar steer sesuai dengan arah mobil tersebut dan jangan melakukan banting steer agar mobil berputar pada porosnya. Tapi yang perlu tetap diingat, tingkat keberhasilannya sangat ditentukan oleh situasi dan kondisi.



Simak Video "Awas! Kebiasaan Nyetir sambil 'Nyeker' Ternyata Tidak Aman"
[Gambas:Video 20detik]
(mhg/rgr)