Lelah Saat Mudik Jangan Maksa Minum Suplemen, Segera Istirahat

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Jumat, 22 Apr 2022 08:48 WIB
Pengendara beristirahat di Rest Area Pendopo KM 456, Salatiga, Jawa Tengah, Rabu (20/4/2022). Panorama pemandangan alam Tol Trans Jawa Ruas Semaran- Solo memang tidak bisa dielakkan lagi keindahannya. Salah satu lokasi yang menarik untuk disinggahi para pemudik lebaran 2022 adalah Rest Area 456 A Salatiga.
Jangan paksakan diri, segera istirahat jika lelah saat mudik (Foto: Agung Pambudhy/detikcom).
Jakarta -

Mudik Lebaran tahun 2022 ini diprediksi akan dipenuhi kendaraan pribadi. Pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi seharusnya memperhatikan kondisi tubuhnya. Jika lelah, segera beristirahat.

Menurut pengamat transportasi Djoko Setijowarno, Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) memperkirakan sekitar 80 persen kecelakaan lalu lintas disebabkan kelelahan.

"Pentingnya mengutamakan keselamatan, sebab keselamatan adalah terhindarnya seseorang dari risiko terjadi kecelakaan lalu lintas di jalan. Jika tidak ingin celaka, maka pahami risikonya dan hindari atau kendalikan," ujar Djoko dalam keterangan tertulisnya.

Djoko mengimbau, pengemudi sebaiknya beristirahat yang baik sebelum melakukan perjalanan jauh ke kampung halaman. Kondisi kendaraan juga harus diperhatikan agar tak terjadi masalah teknis di tengah perjalanan mudik.

"Jika dalam perjalanan, pengemudi merasa lelah, sebaiknya beristirahat saja. Jangan dipaksakan minum suplemen tambahan agar bisa bertahan mengemudi. Justru nantinya akan merusak kondisi tubuh," ucap Djoko yang juga menjabat Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan MTI Pusat itu.

Djoko juga mewanti-wanti pemudik untuk mengecek tekanan angin dan kondisi ban kendaraan. Dia juga menyarankan untuk mengisi bahan bakar dan lakukan pengisian ulang ketika SPBU tidak mengantre untuk menghindarkan kelelahan akibat mengantre BBM.

"Jika Anda berpuasa, agar sering beristirahat, dan jika menggunakan google mapagar diyakinkan bahwa rute tersebut tidak ekstrem," ujarnya.

"Selain itu, meminta BPTD (Balai Pengelola Transportasi Darat) dan Dishub agar memberikan tanda atau peringatan bahaya untuk di setiap daerah rawan kecelakaan lalu lintas. Agar dapat menyiapkan personel dan peralatan di daerah rawan kecelakaan. Berkoordinasi dengan operator Jalan Tol dan pengelola rest areaagar melakukan managemen lalu lintas di kawasan rest areauntuk menghindari kepadatan (crowded) dan agar semua instansi pemerintah untuk tidak melakukanintervensi," sebut Djoko.



Simak Video "Mudik Tahun Ini Sukses, Angka Kecelakaan Turun Drastis"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)